JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyampaikan bahwa obligasi global berdenominasi rupiah (Komodo Bonds) yang diterbitkan perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga hampir 250% atau Rp13 triliun.
"Hal itu menunjukkan kekuatan profil risiko WIKA serta minat para investor global untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia," kata Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/1/2018).
Bintang Perbowo mengemukakan Komodo Bonds perseroan mendapat peringkat Ba2 dari Moody's dan BB dari Fitch Ratings dengan outlook stabil itu dibukukan at par dengan kupon obligasi 7,70% per tahun setelah melalui tahap penawaran awal pada tingkat kupon 8%.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan Kemenko Perekonomian, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan serta Kementerian BUMN dan seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan WIKA dalam transaksi Komodo Bonds ini," katanya.
Dalam aksi korporasi itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk membukukan transaksi senilai Rp5,4 triliun. Komodo Bonds tersebut berstatus Senior Unsecured Fixed Rate Notes dengan periode tiga tahun.