"Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019, Asian Games, dan Meeting IMF-World Bank akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik dibanding tahun lalu," ujar Anton.
Untuk nilai tukar, Anton memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan mencapai Rp13.575 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan asumsi dalam APBN 2018 Rp13.400 per dolar AS.
Sementara untuk inflasi, ia juga memprediksi inflasi mencapai 3,64 persen lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN 3,5 persen.
"Inflasi tetap akan terkendali, dengan catatan 'administered prices' tidak naik," kata Anton.
Selain itu, suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-day Reverse Repo Rate akan tetap di posisi 4,25 persen hingga akhir tahun. Namun, pemerintah juga perlu mewaspadai apabila suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed atau Fed Fund Rate naik dan The Fed mengurangi asetnya secara agresif.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.