Bos BEI: Gubernur BI Baru Harus Bisa Beri Kepercayaan Investor

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 31 320 1852789 bos-bei-gubernur-bi-baru-harus-bisa-beri-kepercayaan-investor-rOiROa0wtM.jpg Dirut BEI Tito Sulisto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) pada pertengahan tahun akan memiliki pimpinan baru. Pasalnya masa jabatan Gubernur BI Agus Martowardojo akan segera berakhir pada Mei 2018 mendatang.

Meski belum diketahui siapa pengganti orang nomor satu di Bank Sentral tersebut, tetapi banyak pihak yang penasaran pada sosok calon Gubernur Bank Sentral yang baru.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kriteria yang tepat bagi calon Gubernur Bank Indonesia adalah seorang pemimpin yang mampu membangkitkan kepercayaan kepada fundamental perekonomian Indonesia. Pasalnya, kepercayaan investor baik dari domestik maupun internasional memiliki keterikatan kepada fundamental perekonomian.

"Siapa pun yang bisa membuat trust kepada stabilitas moneter di Indonesia, Pak Agus (Gubernur BI Agus Martowardojo) bisa. Jadi trust kepada stabilitas moneter dan currency di Indonesia, itu yang penting," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (31/1/2018).

Baca Juga: Pesan Gubernur BI Agus Martowardojo Jelang Berakhir Masa Tugasnya

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengatakan pihaknya masih menunggu surat resmi dari pemerintah. Hingga saat ini, nama pengganti Agus Martowardojo belum sampai ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sebagai mana masa tugasnya, (Gubernur BI) akan berakhir (jabatan) di bulan Mei, jadi masih ada waktu untuk bahas terus," kata Achmad saat mengunjungi Gedung BEI.

Senada dengan Tito, Achmad menyatakan bahwa kapabilitas dan kapasitas Gubernur Bank Sentral sangat menentukan pengawalan dalam sistem moneter. Siapapun pun bisa menjadi calon Gubernur BI asalkan memenuhi kriteria.

"Bisa internal atau independen kita tidak bisa menutup kemungkinan dari pintu dalam atau dari luar. Kita buka seluasnya yang penting itu orang terbaik untuk pengawalan dari sisi moneter," kata dia.

Baca juga: Presiden Jokowi Serahkan Nama Gubernur BI ke DPR Bulan Depan

Sekadar informasi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menuturkan, Presiden akan menyerahkan usulan nama Gubernur BI pada pertengahan Februari. Hanya saja belum diketahui secara pasti siapa yang akan diusulkan Presiden ke parlemen.

Tak hanya Gubernur BI, Jokowi juga menyerahkan usulan nama Deputi Gubernur BI. Setidaknya, ada tiga nama calon Deputi Gubernur BI yang diberikan Jokowi ke DPR.

Tiga nama tersebut ternyata sudah diajukan terlebih dahulu oleh Presiden. Surat yang berisikan nama calon Deputi Gubernur BI, lanjut Pratikno, sudah sampai ke DPR pada pertengahan Januari.

Anggota Komisi XI DPR Johnny G. Plate memperkirakan bahwa Dody Budi Waluyo, Doddy Zulverdi, dan Wiwiek Sisto Widayat akan menjadi calon kuat untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo yang akan habis masa jabatannya pada April 2018.

Johnny mengatakan surat dari Presiden Joko Widodo mengenai tiga calon Deputi Gubernur BI kemungkinan sudah masuk ke pimpinan DPR, namun belum sampai ke Badan Musyawarah DPR untuk diagendakan di sidang paripurna.

Menurut Johnny, tidak sulit untuk memperkirakan calon pengganti Perry, karena pejabat internal BI yang berpengalaman luas di bidang moneter dan ekonomi internasional tidak begitu banyak. Para anggota Komisi XI juga sudah mengetahui rekam jejak dan kapasitas calon-calon tersebut.

Johnny menjamin Komisi XI akan profesional dalam menguji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur BI.

Selain Perry yang akan purna tugas, Gubernur BI Agus Martowardojo juga akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2018. Agus menjabat sebagai Gubernur BI sejak 2013. Sayangnya, Johnny masih enggan mengungkapkan nama-nama calon Gubernur BI yang diunggulkan oleh Komisi XI DPR.

Dody, Doddy, dan Wiwiek merupakan pejabat senior BI yang mempunyai pengalaman luas di bidang moneter. Dody Waluyo saat ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Dody juga pernah mengikuti fit and proper test untuk menjadi Deputi Gubernur BI pada akhir 2016. Namun, Komisi XI lebih memilih Sugeng sebagai Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran.

Sementara Doddy Zulverdi menjabat sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI sejak 2015. Peraih gelar Master dari Columbia University itu sudah 20 tahun bertugas di departemen yang membidangi kebijakan moneter.

Adapun Wiwiek Sisto merupakan Kepala Perwakilan BI Jawa Barat. Peraih gelar Master di Swinburne University ini berkarir di BI sejak 1993 dan pernah bertugas sebagai Kepala Grup Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini