Sri Mulyani Rombak 2 Insentif Pajak demi Investasi

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 21:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 01 20 1853503 sri-mulyani-rombak-2-insentif-pajak-demi-investasi-0rqnJBev5g.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan melakukan evaluasi untuk skema insentif pajak bagi sektor industri. Adapun insentif yang dimaksud adalah tax allowance dan tax holiday dengan tujuan agar investasi di dalam negeri bisa lebih meningkat.

Menurutnya, kedua insentif fiskal ini sudah berjalan selama 8 tahun dan telah memberikan perbaikan untuk industri RI tapi masih harus lebih digenjot.

"Pertama yang dilakukan evaluasi adalah skema dari tax allowance dan tax holiday, itu dikenalkan hampir 8 tahun yang lalu, saat itu pemikirannya adalah untuk dukung berbagai program industri terutama yang disebut pionir," ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/2/2018).

 Baca juga: Insentif Pajak Penting untuk Tarik Investasi ke Indonesia

Sri Mulyani menyatakan, semenjak insentif ini dikeluarkan memang ada beberapa persyaratan yang di atur di dalamnya, mulai dari jumlah tenaga kerja hingga kegiatan yang dilakukan yang membuat banyak pengusaha mengeluh.

"Memang ada berbagai persyaratan, terutama jumlah tenaga kerja, lokasi mereka harus di tempat seperti apa, jenis kegiatannya, dan terus terang itu menimbulkan banyak sekali halangan," jelasnya dia.

Baca Juga: Modal Asing Indonesia Masih Kalah dari Thailand hingga Vietnam, Ini Alasannya

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, meskipun saat ini sudah ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ada di berbagai tempat di Indonesia untuk bisa meningkatkan peminat insentif ini.

"Mungkin penggunaan tax allowance dan tax holiday itu bisa meningkat lagi karena mereka buat berbagai tempat-tempat usaha yang memang di tempat yang ingin dibangun," kata dia.

Baca Juga: Investor Tak Pedulikan Tahun Politik, tapi Kepastian Insentif

Melihat keadaan ini, maka Sri Mulyani bersama pihaknya akan membuat evaluasi mengenai persyaratan tersebut, apakah itu sudah tepat dengan strategi dari industrialisasi yang sekarang sedang digalakkan.

"Kan 10 tahun yang lalu banyak juga yang memikirkan tentang strategi industrialisasi, apa yang akan jadi bahan backgroundnya dan kenapa ini tidak meningkat secara baik. Kami akan lihat comparative advantage dari industri-industri di RI dan bentuk insentif seperti apa yang dibutuhkan dan yang kedua mengenai implementasinya," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini