Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukaka Targetkan Kontrak Baru Rp6 Triliun

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |14:00 WIB
Bukaka Targetkan Kontrak Baru Rp6 Triliun
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Tahun ini, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menargetkan kontrak baru Rp6 triliun hingga Rp7 triliun. Target ini naik sekitar 20% dari tahun lalu. Dengan prediksi itu, tahun lalu setidaknya Bukaka meraup kontrak antara Rp5 triliun hingga Rp5,83 triliun. Kemudian dari sisi pendapatan, Bukaka menargetkan bisa mengantongi Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Afifuddin Suhaeli Kalla, Direktur Keuangan Bukaka menuturkan, beberapa hal diyakini bisa mendorong kenaikan pendapatan BUKK di tahun dipicu oleh kontrak jangka panjang dari 2016 dan 2017 yang tertahan. Beberapa proyek, menurutnya banyak tertunda lantaran belum dioperasikan oleh PLN. “Beberapa proyek ini bakalan banyak dieksekusi di tahun 2017 dan 2018 yang kebanyakan merupakan tower dan transmisi listrik,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, untuk proyek-proyek ini perseroan akan fokus di wilayah Sumatra. Tahun ini, lanjutnya, pihaknya akan mengandalkan perolehan yang berasal dari transmisi listrik. Pendapatan dari segmen ini ditargetkan bisa mencatatkan kontribusi 20%-25%. Selain itu, BUKK juga mengandalkan proyek Jakarta Cikampek elevated.

Bukaka adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa pembuatan dan penyediaan peralatan khusus dan bisnis lain, termasuk dalam industri konstruksi. Tahun ini, Bukaka akan membangun pabrik kabel di wilayah Jawa Barat."Harusnya tahun ini, kami sedang melihat demand seperti apa karena hal itu menjadi pertimbangan kami," kata Afif.

Tahun ini, BUKK menganggarkan investasi sebesar Rp200 miliar. Investasi initerutama untuk membeli mesin-mesin baru dan supporting dan juga untuk pembangunan workshop baru. Afif mengatakan, dana investasi ini diambilkan dari kas internal.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement