Asal tahu saja, perseroan sebelumnya mengalihkan bisnisnya ke segmen konstruksi dan infrastruktur di tengah bisnis minyak dan gas (migas) yang lesu. Sofiah Balfas, Direktur Unit Steel Bridge, Construction Equipment, Oil & Gas PT Bukaka Teknika Utama Tbk (BUKK) pernah mengatakan, saat ini divisi usahanya bakal mengerjakan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated II.
"Kami baru tandatangan dari Waskita/Acset, volume jalan layang yang kami kerjakan 215.000 ton untuk kurun waktu 18 bulan pengerjaan," tuturnya.
Nilai proyek tersebut sebesar Rp2,9 triliun. Unit usaha steel bridge ini memiliki kapasitas produksi 100.000 ton-150.000 ton per tahun untuk jembatan baja maupun konstruksi layang (elevated) lainnya. BUKK juga mengincar proyek jembatan kereta api cepat Jakarta-Surabaya. Unit oil & gas milik BUKK diketahui memproduksi pompa tangguk (pumping) dengan kapasitas 75 unit-100 unit per bulan. Sofiah mengatakan, Bukaka telah memproduksi lebih dari 6.000 unit yang dipakai oleh perusahaan multinasional. Sebagian besardiserap oleh Chevron Pacific Indonesia.
Melambannya bisnis migas menjadikan BUKK mengalihkan bisnisnya pula ke segmen perkebunan (plantation). Sofiah mengatakan perseroan ini juga terlibat dalam proyek pembangunan pabrik kelapa sawit. "Setidaknya ada lima proyek terkait hal tersebut," kata Sofiah.
(Risna Nur Rahayu)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.