nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jembatan Merah Putih Dilengkapi Sensor Canggih Antisipasi Kerusakan

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 10:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 03 320 1854169 jembatan-merah-putih-dilengkapi-sensor-canggih-antisipasi-kerusakan-H7WaQGz2VE.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA — Jembatan Merah Putih sepanjang 1.140 meter diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2016, menjadi jembatan terpanjang di kawasan Indonesia Timur. Jembatan ini menghubungkan sisi utara Kota Ambon, tepatnya Desa Rumah Tiga (Kecamatan Sirimau) dan Desa Hative Kecil (Kecamatan Teluk Ambon) pada sisi selatan.

Kini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan kantor pemeliharaan dan penataan kawasan di kaki Jembatan Merah Putih, Kota Ambon yang diresmikan pada Januari 2018.

Melalui kantor tersebut, monitoring terus dilakukan terhadap kondisi jembatan menggunakan Structural Health Monitoring System (SHMS) melalui layar besar (display wall). Sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahan ataupun perbaikan jika terjadi kerusakan atau hal lain yang mengancam keamanan jembatan.

Sebelum ada Jembatan Merah Putih, jarak dari Bandara Intenasional Pattimura ke Kota Ambon, sekitar 35 kilometer harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan (ferry) dengan waktu tempuh 20 menit, belum termasuk waktu antre.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Merah Putih


“Sensor-sensor yang terpasang diantaranya sensor pengukur gaya kabel yaitu sensor electro magnetik, sensor pengukur kecepatan dan arah angin, sensor kemiringan pylon, sensor pengukur getaran dan frekuensinstruktur, sensor pengukur getaran gempa, dan sensor pengukur ambient temperatur,” kata Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/2/2018).

Pembangunan kantor pemeliharaan ini bertujuan untuk menunjang terselenggaranya pemantauan dan monitoring kondisi struktural JMP. Biaya pembangunannya senilai Rp29,5 miliar yang dibagi menjadi dua area, yaitu gedung pemeliharaan JMP seluas 2.513 meter persegi dan ruang terbuka seluas 5.925 meter persegi dengan dilengkapi air mancur, serta 4 lapangan olahraga Gateball.

Baca Juga: Gempa Buat Pembangunan Jembatan Merah Putih Molor


Selain itu, juga disiagakan satu buah truk mobile bridge inspection unit. Truk ini dilengkapi dengan lengan ayun yang mampu mengangkut personil melihat bagian bawah JMP sehingga memudahkan aktivitas preservasi jembatan.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini