nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: RI Fokus dari Kejutan-Kejutan di Dunia

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 12:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 07 20 1855942 sri-mulyani-ri-fokus-dari-kejutan-kejutan-di-dunia-dnZgXPpRT5.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tetap fokus menjaga seluruh kebijakannya baik fiskal maupun moneter, meski lembaga pemeringkat Moody's Investors Service memutuskan mempertahankan peringkat utang Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah tetap menjaga sisi kebijakan-kebijakan fiskal, monetary policy dan makro ekonomi serta fokus pada reformasi. Hal ini, diakuinya bisa membuat Indonesia peka terhadap kejutan yang terjadi di dunia.

"Ini akan menyebabkan kerawanan dan kepekaan indonesia terhadap berbagai shock akan mengecil. Hal ini akan membuat rating agency sebagai hal positif," tuturnya, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

 Baca juga: Rating Indonesia'>Ekonomi Membaik, Pemerintah Yakin Moody's Naikkan Rating Indonesia

Untuk diketahui, Moody's nampaknya belum mau mengikuti jejak Fitch Ratings, yang melakukan upgrade terhadap peringkat utang Indonesia. Moody's pun memilih mempertahankan rating utang di investment grade.

Moody's mengatakan bahwa profil kredit Indonesia (Baa3 positif) didukung oleh defisit fiskal yang sempit, rendahnya utang pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan prospek pertumbuhan PDB yang sehat.

"Namun, tantangan meliputi mobilisasi pendapatan yang masih rendah dan ketergantungan pada pendanaan eksternal. Saat ini, faktor-faktor yang mengekspos ekonomi dan keuangan pemerintah terhadap fluktuasi adalah dari kondisi global," kata Moody's.

 Baca juga: Upgrade Rating Utang Indonesia'>Moody's Belum Mau Upgrade Rating Utang Indonesia

Sekadar diketahui, menurut Moody's, prospek positif Indonesia pada peringkat sovereign mencerminkan bahwa kerentanan eksternal berkurang, dan efektivitas kebijakan membaik. Moody's mengatakan bahwa prospek pertumbuhan di Indonesia tetap stabil, dengan GDP riil cenderung berkisar sekitar 5,2% -5,3% year-on-year, didukung oleh konsumsi swasta yang stabil dan kenaikan dalam pertumbuhan ekspor.

"Dalam beberapa tahun terakhir, perampingan peraturan investasi yang kompleks telah dilakukan bertahap di Indonesia dan telah diterjemahkan dalam perbaikan persepsi investor dan penjumlahan dalam pembentukan modal tetap, walaupun pertumbuhan investasi masih di bawah tingkat tertingginya," jelas Moody's.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini