Sementara Wisnu Widodo, Direktur Victoria Sekuritas sebagai penjamin pelaksana IPO pernah mengatakan, dalam aksi penawaran saham perdananya perusahaan berpotensi meraih dana hasil IPO senilai Rp140 miliar-Rp240 miliar. Disebutkan, dengan kisaran harga tersebut, maka price to earning ratio (PER) saham IPO Borneo di kisaran 3 kali hingga 5 kali.
Menurutnya, ada 4 poin yang bisa menjadi pertimbangan investor dalam membeli saham BOSS. Pertama, momentum kembali bergairahnya industri batu bara, sehingga kinerja keuangan perusahaan berpotensi meningkat. Kedua, karakteristik produk batu bara perseroan yang premium karena memiliki kalori tinggi di atas 6.000 kilokalori per kilogram (kkal/kg), serta kandungan abu dan sulfur yang rendah. Ketiga, BOSS baru mengoperasikan 10% dari izin konsensi lahan tambang seluas 16.000. Hal ini penting untuk kelangsungan bisnis perusahaan dalam jangka panjang
Keempat, perusahaan mendapatkan dana dari Pemerintah Jepang melalui Japan Oil Gas Metal Corporation (JOGMEC) pada 2016. Sentimen ini tentunya memberikan persepsi positif bagi calon investor.
(Risna Nur Rahayu)