JAKARTA - Impor beras pemerintah yang dilakukan Perum Bulog untuk menstabilkan lonjakan harga beras beberapa waktu lalu sudah tiba ke Indonesia. Tahap pertama yang sudah ada 57.000 ton beras asal Vietnam yang masuk ke Indonesia.
Namun, masuknya beras impor ini tidak membuat harga beras di pasaran langsung stabil. Pasalnya di Pasar Cipinang fluktuasi harga masih terjadi dan terpantau masih cukup tinggi.
Baca juga: Petani Kalimantan Selatan Nyatakan Tak Perlu Impor Beras
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita membenarkan beras impor sudah masuk ke Indonesia. Rencananya ada 261.000 ton beras yang akan diimpor, dari rencana sebelumnya 500.000 ton. Tapi untuk menurunkan harga memang harus menunggu.
"Ya, suplai dan demand lah, itu yang masuk 261.000 ton," ungkap Enggar di Kementerian Luar Negeri, Selasa (13/2/2018).
Baca juga: Mulai Panen, Mentan Bentuk Tim untuk Jaga Harga Gagah di Tingkat Petani
Enggar menjelaskan, penurunan harga akan terjadi saat nantinya impor secara keseluruhan masuk. Karena jika semua impor sudah masuk maka stok akan kembali aman.
"Ya kita lihat nanti, tapi jumlah pasokannya yang kita harus tingkatkan," jelasnya.
Baca juga: Petani Kalimantan Selatan Nyatakan Tak Perlu Impor Beras
Sementara itu, apakah stok impor ini dipastikan aman dan cukup hingga panen raya pada Maret 2018, Enggar enggan berkomentar lebih jauh. Dia menyebut data tersebut ada di Kementerian Pertanian (Kementan).
"Kita sudah atur dari sisi suplai, di produksi pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) nanti," tukas dia.
(Dani Jumadil Akhir)