Image

Ditopang Investasi, BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi 5,1%-5,5% di 2018

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 15 20 1860176 ditopang-investasi-bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-5-1-5-5-di-2018-8HN2ZQVtiQ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang perekonomian Indonesia terus menunjukkan kinerja yang membaik dengan struktur yang lebih berimbang.

Tercatat, realisasi pertumbuhan PDB triwulan IV 2017 yang membaik menjadi 5,19% (yoy) dari 5,06% (yoy) pada triwulan sebelumnya menunjukkan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik.

Baca juga: Gubernur BI Cerita Ekonomi Amerika, China hingga India

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, perbaikan pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung struktur yang lebih kuat dengan investasi dan ekspor sebagai sumber utama pertumbuhan.

"Investasi tumbuh cukup tinggi 7,27% (yoy) didorong kenaikan investasi bangunan sejalan berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya investasi nonbangunan sebagai antisipasi peningkatan permintaan ke depan," kata Agus di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Sementara, ekspor tumbuh cukup tinggi 8,5% (yoy) dipengaruhi dampak positif pemulihan ekonomi dunia dan peningkatan harga komoditas. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh akselerasi belanja pemerintah di tengah cukup stabilnya konsumsi rumah tangga yang didukung inflasi yang terkendali.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Stagnan, Kok Malaysia Tumbuh 6,2%?

Di sisi lapangan usaha (LU), berlanjutnya pemulihan ekonomi terutama didorong peningkatan kinerja LU Konstruksi, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Informasi dan Komunikasi. Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan secara keseluruhan masih terbatas meski kinerja sejumlah industri telah mulai meningkat seperti industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian jadi, dan industri logam dasar.

Di sisi spasial, ekonomi Sulawesi, Maluku, dan Papua tumbuh meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi di Jawa, Kalimantan dan Balinusra yang melambat dan pertumbuhan ekonomi Sumatera yang stabil.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan 2017 mencapai 5,07% (yoy), tertinggi dalam empat tahun terakhir," jelas Agus.

Baca juga: Di Hadapan 600 Investor, Bank Mandiri Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3%

Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2018 berada pada kisaran 5,1%-5,5%. Pertumbuhan ekonomi tersebut akan didukung oleh investasi seiring dengan berlanjutnya proyek infrastruktur dan terus meningkatnya investasi nonbangunan termasuk investasi swasta, khususnya mesin dan perlengkapan.

"Selain itu, ekspor diprakirakan tetap tumbuh cukup tinggi seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi dunia dan harga komoditas yang tetap tinggi," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini