IPO, Saham Borneo Olah Sarana Sukses Melonjak 50% ke Rp600

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 10:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 15 278 1859889 ipo-saham-borneo-olah-sarana-sukses-melonjak-50-ke-rp600-vo3NwxkD1x.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk resmi melaksanakan Pencatatan Saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham dengan kode emiten BOSS tersebut berhasil menguat di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Saham BOSS dibuka naik 200 poin atau 50% ke Rp600, dengan 36.900 saham diperdagangkan. Adapun total transaksi terjadi mencapai Rp20 juta.

Presiden Direktur Borneo Olah Sarana Sukses Freddy Tedjasasmita mengatakan, langkah perseroan untuk melakukan IPO di tahun ini merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan untuk menjadi produsen batubara yang mampu memenuhi tuntutan pelanggan yang tinggi di seluruh dunia akan batu bara premium yang berkualitas tinggi (high grade) agar lebih ramah lingkungan saat digunakan sebagai pembangkit listrik.

“Sungguh merupakan suatu pencapaian besar dan bersejarah apabila hari ini kami dengan niat baik dan maksud baik, bisa mulai masuk dalam tahapan proses untuk menjadi perusahaan publik di awal tahun 2018 ini," ujarnya.

Sekadar informasi, PT Borneo Olah Sarana Sukses adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang memiliki keunikan khusus, yaitu batubara berkualitas High Grade dengan kalori tinggi serta tingkat abu (ash) dan belerang (sulfur) yang sangat rendah sehingga lebih ramah lingkungan.

Keunikan ini membuat batubara kami bisa mensuplai pembangkit listrik di Jepang dan negara lain dengan harga jual yang lebih tinggi dari patokan harga acuan Newcastle Australia.

Dalam IPO tersebut, PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) mematok harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp400 per saham. BOSS menawarkan 400 juta saham atau 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada investor publik.

Dari nilai tersebut, perusahaan berpotensi meraih dana hasil IPO senilai Rp160 miliar. Sedangkan yang bertindak sebagai perusahaan penjamin emisi (underwritter) adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Mega Capital Sekuritas. Dana tersebut akan dimasukkan dalam belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini mencapai USD16 juta.

“BOSS berharap bisa meningkatkan produksi pada tahun 2018 sebesar dua kali lipat. Tahun lalu, BOSS membukukan volume produksi sebesar 500.000 metrik ton. Per September 2017 lalu, BOSS meraih penjualan sebesar Rp 120,6 miliar. Sementara laba bersih mencapai Rp 20,8 miliar,” tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini