Keunikan ini membuat batubara kami bisa mensuplai pembangkit listrik di Jepang dan negara lain dengan harga jual yang lebih tinggi dari patokan harga acuan Newcastle Australia.
Dalam IPO tersebut, PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) mematok harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp400 per saham. BOSS menawarkan 400 juta saham atau 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada investor publik.
Dari nilai tersebut, perusahaan berpotensi meraih dana hasil IPO senilai Rp160 miliar. Sedangkan yang bertindak sebagai perusahaan penjamin emisi (underwritter) adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Mega Capital Sekuritas. Dana tersebut akan dimasukkan dalam belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini mencapai USD16 juta.
“BOSS berharap bisa meningkatkan produksi pada tahun 2018 sebesar dua kali lipat. Tahun lalu, BOSS membukukan volume produksi sebesar 500.000 metrik ton. Per September 2017 lalu, BOSS meraih penjualan sebesar Rp 120,6 miliar. Sementara laba bersih mencapai Rp 20,8 miliar,” tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)