JAKARTA – Danai operasional kinerja perusahaan guna memacu produksi tambang batu bara tumbuh lebih agrsif lagi, PT Borneo Olah Sarana Tbk (BOSS) telah menyiapkan dana belanja modal sebesar USD10 juta sepanjang tahun 2019. Nantinya sebanyak USD4 juta di antaranya akan digunakan untuk membangun dermaga labuh kapal angkut batu bara di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Direktur Keuangan BOSS Widodo Nurly Sumady mengatakan, pembangun dermaga kedua tersebut guna mendukung transportasi batu bara dalam rangka berproduksinya tambang kedua perseroan.”Tahun 2019 akan dioperasikan tujuh kapal angkut batu bara,”ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (21/1/2019).
Baca Juga: Borneo Olah Sarana Sukses Patok Harga IPO Rp400 Per Saham
Dengan beroperasinya tujuh kapal itu, jelas Widodo, maka akan mendukung target produksi batu bara perseroan sebesar 400 ribu ton sepanjang tahun 2019. Diharapkan dengan pertumbuhan produksi tersebut, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan 50% sepanjang tahun 2019 atau tumbuh dibandingkan tahun 2018 kemarin.
Pada kesempatan ini, Widodo juga mengungkapkan, pendapatan perseroan pada tahun 2018 tumbuh sebesar 30% dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1,792 triliun. Sedangkan laba bersih diharapkan tumbuh tumbuh 15% dibanding tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp306 miliar.“Untuk laba harus di audit dulu, ya. Tapi, kalau pendapatan sudah bisa terlihat dari invoice,” kata dia.