Kompetisi di Era Digital, Mumpung Masih Muda Jangan Leha-Leha

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 17 Februari 2018 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 17 320 1860762 kompetisi-di-era-digital-mumpung-masih-muda-jangan-leha-leha-xTMAMOIGJK.jpg Ilustrasi : Shutterstock

DEPOK - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar The 7th UI Studentpreneurs.

Acara yang merupakan agenda rutin tahunan ini mengangkat tema “Reinforcing Entrepreneurs with Solutive Ideas”. Event diisi berbagai kegiatan, mulai dari perencanaan bisnis kompetisi yang diikuti secara nasional kemudian seminar nasional hingga pertemuan dengan entrepreneur yang telah berhasil di bidangnya.

Baca Juga : Rapat 3 Menteri, Pemerintah Siapkan SDM untuk Ekonomi Digital

Marketing Director The 7th UI Studentpreneurs Dzaki Albiruni mengatakan, bakat entrepreneur di Indonesia masih perlu ditingkatkan. “Kita ingin meningkatkan jiwa entrepreneur di kalangan anak muda supaya mereka bisa menambah jumlah entrepreneur di Indonesia,” ujarnya, kemarin.

Menariknya, yang bisa mengikuti lomba adalah mereka yang belum memiliki bisnis, tapi sudah memiliki ide. Pada tahun sebelumnya yang bisa ikut lomba adalah mereka yang memiliki unit bisnis. “Jadi, bagaimana mewujudkan ide-ide mereka,” kata Dzaki.

Baca Juga : China Geser AS Jadi Pasar Ekonomi Digital Terbesar Dunia 2018

Acara ini juga menghadirkan beberapa narasumber hebat untuk memberikan pencerahan kepada anak muda berbakat Indonesia. Tujuannya agar mereka mengerti bagaimana merancang sebuah usaha yang berasal dari ide sendiri.

Pembicara yang hadir, di antaranya CEO IDTalent Eka Sudjana. Eka menuturkan, pada era digital saat ini kita perlu juga banyak jejaring. Di perusahaan yang dikelolanya, dia membantu menjembatani antara perusahaan dan pencari kerja. “Mumpung masih muda, jangan leha-leha. Pada 2020 Indonesia akan kekurangan tenaga profesional sekitar 50%.

Nanti banyak perusahaan stagnan karena kekurangan orang. Permasalahannya bukan karena uang, permasalahan utamanya sumber daya manusia (SDM),” ujarnya. Dia juga memberikan pencerahan agar tidak hanya ingin menjadi karyawan, tapi mental harus disiapkan menjadi pengusaha.

“Kesempatan di Indonesia ini luar biasa untuk jadi pengusaha dan saya pun salah satu mentor di kementerian. Sekarang yang penting punya ide, kemudian cari keunikan dari ide kalian,” kata Eka. Bagi pemula, jangan merasa minder karena dari ide seorang pemula juga bisa menjadi besar kalau dikelola dengan baik.

Baca Juga : Rapat 3 Menteri, Pemerintah Siapkan SDM untuk Ekonomi Digital

https://economy.okezone.com/read/2018/01/31/320/1852681/rapat-3-menteri-pemerintah-siapkan-sdm-untuk-ekonomi-digital

“Jadi, ya harus dimulai dari sekarang. Jangan hanya berwacana,” ucapnya.

Pembicara selanjutnya, Founder Westbike Messenger Service Hendi Rachmat. Dia menceritakan bagaimana awalnya membangun bisnis yang bergerak di bidang jasa pengiriman.

Keunikan bisnisnya, yaitu jasa pengiriman yang ramah lingkungan. “Kami menggunakan sepeda yang pegawainya kebanyakan anak kuliah yang ingin cari uang tambahan,” ungkapnya. Hingga akhirnya pada 2013 dia dinobatkan sebagai pionir di Asia Tenggara sebagai unit bisnis yang menggunakan sepeda.

Kini Westbike Messenger Service memiliki lebih dari 50 kurir. “Alasan menggunakan sepeda karena ramah lingkungan dan lebih irit. Di Indonesia sepeda ini rambunya masih sederhana, masih bisa lewat jalur sepeda, bahkan naik jembatan penyeberangan orang (JPO),” ujarnya.

Menggeluti bisnis ini bukan tanpa kendala. Ketika ojek online menjamur, bisnisnya ikut terdampak. Orderan yang memakai jasanya turun sampai 90% dan hanya pelanggan yang concern dengan go green yang menjadi pelanggan setianya. “Dengan ketekunan kami masih bertahan. Sekarang ada investor yang menjadikan kami sebagai brand ambassador ,” kata Hendi. (R Ratna Purnama)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini