Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

32 Proyek Konstruksi Layang Asing dan Lokal Dihentikan Pemerintah

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2018 |17:47 WIB
32 Proyek Konstruksi Layang Asing dan Lokal Dihentikan Pemerintah
Ilustrasi Infrastruktur. (Foto: ANT)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menghentikan seluruh pengerjaan konstruksi layang (elevated), guna melakukan evaluasi. Pasalnya, sudah beberapa proyek infrastruktur elevated yang mengalami kecelakaan kerja.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi sekaligus Ketua Komite Keselamatan Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, ada 32 proyek yang saat ini tengah dievaluasi oleh Komite Keselamatan Konstruksi (K3). Menurutnya, moratorium tersebut berlaku untuk pekerjaan layang dengan beban berat.

"32 proyek itu ya seluruh Indonesia, Baik kontraktor asing, dalam negeri dihentikan dan dievaluasi kembali," tuturnya di Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Baca Juga: Pengakuan Dosa Waskita Karya: Dari Girnder Tak Standar hingga Abaikan Angin

Dia mengatakan, saat ini data 32 proyek tol itu sudah ada. Tapi tidak semuanya ada elevasinya. Jadi bisa saja yang lainnya tetap saja, karena yang pekerjaan tanpa elevated jalan saja. "Itu belum ada data berapa persennya. Ya sepanjang ada elevasinya, ya untuk sementara diberhentikan," ujarnya.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi sekaligus Ketua Komite Keselamatan Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, sebenarnya proyek ini bukan baru dikerjakan. Artinya, proyek ini sudah lebih baik, hanya saja terjadi suatu kecelakan kerja, hal inilah yang menjadi perhatian untuk evaluasi. "Jadi sebaiknya tidak berandai-andai. Kita berdoa supaya tidak terjadi hal negatif. Semua ada regulasi dan semua sudah diatur," jelas dia.

Sebagai informasi, Insiden robohnya bekisting pier head pada Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, menambah daftar panjang kecelakaan kerja proyek konstruksi infrastruktur.

Atas kejadian ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintah semua proyek layang baik yang dikerjakan pemerintah ataupun swasta dihentikan sementara. Dia meminta seluruh proyek tersebut dievaluasi mulai dari sistem kerja, peralatan hingga pekerjannya.

Baca Juga: Baru Adhi Karya yang Ajukan Konsultan Pembangunan Infrastruktur Elevated

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat ada 14 kejadian kecelakaan konstruksi dalam 2 tahun terakhir. Mulai dari insiden robohnya girder di Tol Batang-Semarang sampai insiden robohnya bekisting pier head pada Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu).

Sayangnnya, dari hasil evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi, baru dinding atau turap kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) roboh yang berhasil dievaluasi. Hasilnya ada kesalahan desain terhadap proyek tersebut.

Saat ini, evaluasi sedang dilakukan dengan menunjuk Tim Evaluasi Proyek Layang yang dipimpin Budi Harto selaku Direktur Utama Adhi Karya. Sejauh ini, baru satu proyek layang yang diizinkan untuk kembali dikerjakan yakni Jembatal Holtekamp, Papua.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun tidak mau berspekulasi, jika seandainya ada lagi kecelakaan konstruksi proyek layang, pasca evaluasi. Malahan pemerintah belum mau memikirkan apa yang dilakukan jika kejadian serupa terjadi.

Sekadar informasi, tercatat kurang lebih ada 14 kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terkahir. Dari 14 kasus tersebut, 6 diantaranya merupakan proyek konstruksi yang digarap oleh Waskita Karya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta seluruh proyek layang (elevated) yang tengah dikerjakan dihentikan sementara. Hal tersebut berimbas pada penghentian sementara proyek besar di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Presiden menegaskan, penghentian proyek elevated tersebut, tidak hanya pada infrastruktur jalan tol, tetapi menyeluruh termasuk light rail transit (LRT) dan fly over di seluruh Indonesia. Jokowi juga meminta agar seluruh proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah diawasi ketat secara rutin.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement