Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waskita Karya: Semua Kerugian Di-Cover Asuransi

Feby Novalius , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2018 |19:07 WIB
Waskita Karya: Semua Kerugian Di-<i>Cover</i> Asuransi
Ilustrasi Infrastruktur. (Foto: ANT)
A
A
A

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) belum mengetahui berapa total kerugian akibat konstruksi ambruk di sejumlah proyek layang (elevated). Hanya saja, BUMN konstruksi ini mengungkapkan bahwa proyeknya telah di cover asuransi.

Direktur Operasi II Waskita Karya Nyoman Wirya Adnyana mengatakan, kerugian tersebut masih dihitung karena masih dalam proses investigasi.

"Tapi yang jelas tadi kan saya sudah sampaikan bahwa itu termasuk cover dangan CAR asuransi," tuturnya, di Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Dia melanjutkan, berapa nilai ataupun range kerugian tergantung pihak asuransi yang menghitung. Pasalnya, sejak awal proyek dikerjakan Waskita Karya langsung mengasuransikan seluruhnya.

Baca Juga: Pengakuan Dosa Waskita Karya: Dari Girnder Tak Standar hingga Abaikan Angin

"Kita asuransikan total, nah itu dia akan liat berapa sih yang kejadiannya kemarin insiden itu apakah Rp10 atau Rp20 akan dicek," tuturnya.

Menurut Nyoman, asuransi masuk ke dalam bagian Tim Evaluasi Proyek Elevated. Artinya, evaluasi bisa selesai kurang lebih dalam waktu dua minggu. "Kita kerjasamanya ada sama Jasa Raharja dan perusahaan-perusahaan BUMN. Kalau satu paket satu perusahaan," ujarnya.

Saat ini, evaluasi sedang dilakukan dengan menunjuk Tim Evaluasi Proyek Layang yang dipimpin Budi Harto selaku Direktur Utama Adhi Karya. Sejauh ini, baru satu proyek layang yang diizinkan untuk kembali dikerjakan yakni Jembatal Holtekamp, Papua.

Baca Juga: Baru Adhi Karya yang Ajukan Konsultan Pembangunan Infrastruktur Elevated

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun tidak mau berspekulasi, jika seandainya ada lagi kecelakaan konstruksi proyek layang, pasca evaluasi. Malahan pemerintah belum mau memikirkan apa yang dilakukan jika kejadian serupa terjadi.

Tercatat kurang lebih ada 14 kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terkahir. Dari 14 kasus tersebut, 6 diantaranya merupakan proyek konstruksi yang digarap oleh Waskita Karya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta seluruh proyek layang (elevated) yang tengah dikerjakan dihentikan sementara. Hal tersebut berimbas pada penghentian sementara proyek besar di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Presiden menegaskan, penghentian proyek elevated tersebut, tidak hanya pada infrastruktur jalan tol, tetapi menyeluruh termasuk light rail transit (LRT) dan fly over di seluruh Indonesia. Jokowi juga meminta agar seluruh proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah diawasi ketat secara rutin.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement