nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erupsi Gunung Sinabung, Cabai Merah di Aceh Melonjak

Khalis Surry, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 21:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 22 320 1863417 erupsi-gunung-sinabung-cabai-merah-di-aceh-melonjak-mkTWSGPbaD.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BANDA ACEH - Pasca erupsi gunung Sinabung, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu, berdampak pada harga cabai merah di Kota Banda Aceh mengalami kenaikan hingga 10%. Hal itu disebabkan karena berkurangnya pasokan cabai dan lesunya pembeli.

Seperti diketahui, cabai merah di Pasar Peunayong, Kota Banda Aceh, biasanya dijual Rp30.000 per kilogram, yang kini melonjak naik hingga Rp37.000 bahkan mencapai Rp40.000 per kilogram.

Baca Juga: BPS Sebut Jualan Cabai Paling Menguntungkan ketimbang Beras dan Daging

Seorang pedagang cabai di Pasar Peunayong, Abudllah mengatakan, kenaikan itu telah terjadi dua hari yang lalu. Dan cabai tersebut dipasok dari Kabupaten Aceh Tengah dan Karo, Sumatera Utara. Katanya, dalam dua hari terakhir pasokan cabai mulai menipis karena tidak ada kiriman dari Karo, Sumatera Utara. Selain itu, para petani di Aceh Tengah juga menjual cabai mereka ke Sumatera Utara.

Baca Juga: Harga cabai melonjak, Menko Darmin Salahkan Cuaca Buruk

"Petani cabai di Aceh membawa cabai mereka yang sudah dipanen ke Sumatera Utara. Di sana bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi," kata Abdullah saat ditemui wartawan, Kamis (22/2/2018).

Tak hanya cabai, sejumlah komoditi lain juga mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, tomat, kol, kentang dan beberapa lainnya. Namun, kata Abdullah, harga komoditi itu kenaikannya tidak terlalu tinggi. Harganya di angka rata-rata sekira Rp500 hingga Rp1000 dari harga biasanya.

Baca Juga: Usai Natal, Harga Cabai Berangsur 'Tak Pedas' Lagi

"Sekarang daya beli masyarakat mulai berkurang karena harganya yang mahal. Kita memprediksi kondisi seperti ini hingga seminggu ke depan," ungkap Abdullah. 

Seperti diketahui, gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali mengalami erupsi. Gunung itu memuntahkan abu vulkanik hingga lima kilometer, pada Senin (19/2) sekira pukul 08.54 WIB.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini