Kementerian ESDM Blakblakan soal Listrik, Bahas Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 18:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 320 1872221 kementerian-esdm-blakblakan-soal-listrik-bahas-apa-KHYq808Iho.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasious Jonan malam ini akan menggelar Konferensi pers terkait Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Dalam Konferensi pers tersebut rencananya akan dihadiri juga oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsammab Someng dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, dalam Konfrensi tersebut hanya akan membahas mengenai rencana usaha di bidang ketenagalistrikan. Selain itu, Konferensi pers pada malam kali ini juga bukanlah untuk mengumumkan adanya kenaikan tarif listrik seperti informasi yang beredar di masyarakat umum.

Pasalnya, sebelumnya pemerintah sudah memastikan jika tidak ada kenaikan tarif listrik subsidi hingga tahun 2019 mendatang. Artinya pada tahun ini, tarif listrik akan tetap sama dan tidak ada kenaikan.

Sebagai informasi sebelumnya, Pemerintah memastikan bahwa hingga tahun 2019 tidak akan ada kenaikan listrik. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tarif listrik tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, tarif listrik tak naik untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi. Karena seperti diketahui, saat pemerintah melakukan penyesuaian tarif listrik, hal ini akan menjadi salah satu penyumbang inflasi.

Untuk memastikan tak ada kenaikan tarif listrik, pemerintah pun resmi mengatur harga batu bara untuk pembelian PT PLN sebesar USD70 per ton. Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) nomor 1395 tahun 2018 tentang harga batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.

Direktur Pengadaan Strategis PLN Iwan Supangkat mengatakan, penetapan harga fixed ini untuk menjaga agar harga listrik tidak naik hingga 2019 sesuai dengan komitmen pemerintah.

Penetapan harga batu bara dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar USD70 per ton ini bisa menghemat keuangan PLN hingga Rp20 Triliun.

Sementara itu, kebutuhan batu bara untuk PLN di dominasi oleh batu bara dengan kadar kalori yang berbeda. Maka untuk harga USD70 per ton tersebut kadar kalorinya sebesar 6.322 GAR.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini