nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hitung-hitungan Bayar Utang Rp4.000 Triliun agar Cepat Lunas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 21:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 15 20 1873481 hitung-hitungan-bayar-utang-rp4-000-triliun-agar-cepat-lunas-IAotTvweoy.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatatkan utang pemerintah mencapai Rp4.035 triliun atau 29,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini meningkat 13,46% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp3.556 triliun.

Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan, Pengelolaan, dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Schneider Siahaan mengatakan, dengan kemampuan penerimaan pajak yang mencapai sekira Rp1.800 triliun per tahun, masih dirasa mencukupi untuk membayar utang.

"Sederhananya kita bisa minjem Rp4.000 triliun, kalau tidak dikelola dengan baik itu tidak bisa bayar. Kenapa? Karena penerimaan pajak sekitar Rp1.800 triliun diperkirakan tahun ini," ucapnya dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (15/3/2018).

 Baca Juga: Kemenkeu: Utang Naik Terus jika APBN Defisit

Maka dari itu, pemerintah berupaya mengatur jangka waktu untuk pembayaran cicilannya. Sebab dengan jangka panjang pembayaran utang, maka Indonesia masih memiliki waktu untuk mengelolanya hingga jatuh tempo.

"Yang kita lakukan struktur jatuh temponya, kira-kira 9 tahun lah. Dengan kata lain utang itu akan lunas sepanjang 9 tahun, artinya Rp4.000 bagi 9 tahun. Jadi, sekitar Rp450 triliun, itulah yang setiap tahun kita bayar. Kalau yang Rp4.000 triliun jatuh tempo sekarang, itu kita tidak bisa kelola," jelasnya.

 Baca Juga: Utang Rp4.000 Triliun Bisa Dilunasi dalam 8 Tahun, Bagaimana Caranya?

Lebih lanjut, soal kepastian waktu untuk utang akan lunas, dia mengatakan hal tersebut bergantung kepada politik dari anggaran.

"Tergantung political, kalau bisa bikin budget kita surplus Rp500 triliun setahun, kalau penerimaan pajak Rp1.800 triliun kita potong, jadi Rp1.300 triliun. Jadi bagi aja, kan itu bisa 8 tahun. Tergantung dari politik anggaran," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini