Pengusaha Max Riedel Cerita tentang Kegagalan di Masa Lampau

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 16 320 1873760 pengusaha-max-riedel-cerita-tentang-kegagalan-di-masa-lampau-vhYAnKmtJj.jpg Foto: Koran Sindo

JAKARTA - Pengusaha bukan hanya bercerita tentang kesuksesan. Hal itu sudah umum dan terkesan membosankan. Bagaimana jika para pengusaha bercerita tentang kegagalan yang pernah dialaminya. Itu pasti lebih menarik dan menantang.

Itulah yang dilakukan Max Riedel. Dia merugi ratusan ribu euro sebelum usia 30 tahun. Cerita tentang kegagalan itu disampaikannya di depan forum pengusaha muda yang berkumpul untuk bercerita tentang kegagalan.

Kisah Riedel mendapatkan sambutan luar biasa. Riedel tak malu ketika dia mengalami banyak kegagalan saat menjalankan bisnis Holi Concept, perusahaan yang menggelar festival dan perlombaan di banyak kota di Eropa.

 Baca Juga: Bongkar Kisah Masa Lalu, Jokowi Bakar Semangat Anak Muda di Acara Enterpreneurs Wanted

“Dalam kurun waktu empat hingga lima tahun, saya pikir saya membuat banyak kesalahan besar 20 atau 25 kali,” ujarnya.

Dia menjelaskan setiap kesalahan yang dibuat mengakibatkan kerugian antara 50.000 hingga 300.000 euro. Cerita seperti yang disampaikan Riedel itu menjadi teman dalam “Malam Kegagalan” yang digelar di Berlin beberapa waktu lalu.

Acara itu didesain membantu perusahaan muda dan startup untuk belajar kesalahan yang dilakukan perusahaan dan pengusaha. Malam Kegagalan itu awalnya berdiri di Meksiko. Kelompok itu memiliki banyak cabang di 250 kota di 80 negara, termasuk China, India, Inggris, dan Amerika Serikat. Di Berlin, cara itu juga sukses digelar.

 Baca Juga: Baca Juga : Rapat 3 Menteri, Pemerintah Siapkan SDM untuk Ekonomi Digital

Apalagi tradisi Jerman jarang berbicara tentang kegagalan. Bagi orang Jerman, kegagalan merupakan hal tabu namun kini perspektif anak muda Jerman telah berubah. “Orang Jerman memang sangat sulit berbicara tentang kegagalan,” papar Patrick Wagner, salah satu penyelenggara acara tersebut.

Sebagai seorang entrepreneur, Patrick juga memiliki misi memberikan pencerahan kepada anak muda lainnya agar tidak takut mengambil risiko. “70% startup di Jerman mengalami kegagalan,” ujarnya.

Meskipun di pelajaran ekonomi, kata dia, banyak mahasiswa tidak menemukan kajian tentang menyelesaikan masalah dari kegagalan.

“Kamu belajar tentang membuat uang, tapi kamu tidak pernah belajar tentang kegagalan,” ujarnya.

Di Jerman, sebanyak 2.000 startup baru diluncurkan pada 2017. Namun, 90% startup umumnya berakhir dengan kegagalan. Memang tidak data tentang startup yang gagal di Jerman lebih banyak dibandingkan di Silicon Valley ataupun di Inggris. (Andika Hendra) (lid)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini