2 Komisaris dan 1 Direktur Astra International Mengundurkan Diri, Siapa Saja?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 20 278 1875215 2-komisaris-dan-1-direktur-astra-international-mengundurkan-diri-siapa-saja-Oeeii5ZmE8.jpg Foto: Antara

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) ditinggalkan tiga pejabat tingginya. Sebab, Astra telah menerima permohonan pengunduran diri direksi dan komisaris perusahaan pada 15 Maret 2018.

Mereka adalah Sidharta Utama dan Yasutoshi Sugimoto selaku Komisaris Independen dan Widya Wiryawan selaku Direktur Perseroan. Demikian seperti dilansir keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

“Permohonan pengunduran itu akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan pada 25 April 2018,” kata Sekretaris Perusahaan Astra International Gita Tiffany Boer.

 Baca Juga: Ambil Saham Go-Jek, Astra Klaim Investasinya Paling Besar

Namun perseroan belum menyebutkan alasan pengunduran diri tersebut. Yasutoshi Sugimoto diangkat jadi komisaris independen pada RUPST 2017. Sedangkan Widya Wiryawan menjabat sebagai direktur PT Astra International sejak Mei 2008.

Padahal, Astra meraih laba bersih Rp18,81 triliun sepanjang 2017 atau naik 25% dari laba bersih 2016 yang sebesar Rp15,15 triliun.

Selain itu, Astra juga membukukan kenaikan pendapatan mencapai Rp206 triliun atau naik 14% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp181 triliun.

“Setelah mencetak kinerja keseluruhan yang baik pada tahun 2017, Grup Astra diharapkan dapat terus diuntungkan dari membaiknya kondisi ekonomi serta stabilnya harga komoditas, meskipun persaingan di pasar mobil akan terus meningkat," kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto.

 Baca Juga: Gara-Gara Tol Cikopo-Palimanan, Divisi Infrastruktur dan Logistik Astra Merugi Rp231 Miliar

Sementara itu, laba bersih per saham juga meningkat 25% menjadi Rp466 dari sebelumnya Rp374. Menurutnya, kinerja Grup Astra mendapatkan keuntungan signifikan dari kembalinya profitabilitas PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) dan keuntungan yang lebih tinggi dari bisnis alat berat dan pertambangan yang disebabkan naiknya harga komoditas secara berkelanjutan, yang juga berdampak positif terhadap kinerja usaha divisi agribisnis.

Namun, kontribusi dari bisnis otomotif menurun akibat meningkatnya persaingan di pasar mobil, yang secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini