"Jadi petani diam di rumah, produk diambil oleh BUMDes, uangnya BUMDes dikasih oleh pemerintah Rp200 juta untuk beli produk secara cash ke petani," jelas dia.
Baca Juga: Kunci Sukses Ni Putu Eka Wiryastuti Menjadi Pemimpin Wanita
Selanjutnya, BUMDes akan menjual produk olahan petani Tabanan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa) Tabanan. Proses pemasaran terakhir akan dilakukan oleh BUMDa melalui konsiliasi dengan perusahaan.
Untuk meningkatkan produk pertanian, maka Tabanan memiliki konsep pertanian tematik yang diterapkan pada lima desa. Konsep tersebut dikenal dengan nama Nikosake atau kependekan dari empat produk unggulan, yaitu nira, kopi, salak, dan kelapa.
Ida Bagus menjelaskan, setiap desa memiliki produk unggulan. Lima desa tersebut meliputi Desa Wanagiri dengan produk unggulannya kelapa serta sedikit salak.