Harga Pertalite di Riau Termahal, Warga Menjerit

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 26 320 1878090 harga-pertalite-di-riau-termahal-warga-menjerit-5GthzfU89z.jpg Foto: Harga Pertalite Termahal di Riau (Banda/Okezone)

PEKANBARU - PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga bahan bakar khusus jenis Pertalite sebesar Rp200 per liter. Provinsi Riau menempati harga tertinggi Pertalite. Padahal daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning merupakan daerah penghasil migas (minyak dan gas) terbesar Nasional.

Dari lama web Pertamina, harga Pertalite di Riau sebesar Rp8.150 per liter. Harga terbaru untuk Riau itu setelah Pemprov Riau mengenakan tertinggi PBBKB (pajak bahan bahan kendaraan bermotor). Harga Pertalite di Riau ini mahal dibanding dibanding Papua yang mematok harga hanya Rp8.000 per liter.

 Baca Juga: Harga Naik, Pertalite Ditinggalkan Masyarakat

Akibat tingginya harga pertalite di Riau, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat menyerbu bahan bakar jenis Premiun. Pantauan di lapangan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU.

"Kita heran saja, mengapa di Riau harga Pertalite tinggi. Padahal kita penghasil minyak," keluh Indra Darmawan salah satu pengendara motor yang ngantri di SPBU di Jalan Arifin Ahmad Senin (26/3/2018).

 Baca Juga:

Harga Pertalite Naik Rp200/Liter

Naik 200/Liter, Ini Daerah dengan Harga Pertalite Termahal

Untuk itu warga meminta agar Pemprov Riau untuk menurunkan pajak bahan bakar. Sebelumnya harga Pertalite sebelum naik juga tertinggi di Indonesia yakni Rp7.900 per liter. "Kita minta Pemrov Riau bisa mengaji ulang harga pertalite. Kita terpaksa membeli Premium walau ngantri panjang karena harganya sangat jauh dengan Premium," ucap Anggoro pengendara mobil.

Sementara itu Humas Pertamina Wilayah Regional 1 Rudi Aprianto mengatakan, kenaikan harga Pertalite terjadi di seluruh Indonesia. Kenaikan itu dipicu naiknya harga minyak mentah dunia dan kurs Rupiah terhadap dolar.

"Setiap daerahkan PBBKBnya kan beda-beda. Saya dilihat (di Riau) kan DPRD nya, pemerintahnya buat Pansus untuk membahas kemungkinan penurunan PBBKB," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini