Hary Tanoe: Pemerintah, BUMN dan Swasta Harus Saling Melengkapi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 Maret 2018 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 27 320 1878479 hary-tanoe-pemerintah-bumn-dan-swasta-harus-saling-melengkapi-FznZOIL90s.jpg Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo

JAKARTA - Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo memprediksi Indonesia akan menjadi negara hebat di masa mendatang. Hal tersebut, dikarenakan Indonesia memiliki bonus demografi (jumlah penduduk) terbanyak nomor empat ke dunia.

Ditambah, saat ini ekonomi Indonesia juga mulai menunjukkan perbaikan. Bahkan, secara makro pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai stabil di tengah keterpurukan.

Meski demikian, Hary Tanoe diperlukan sinergitas antara perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta dan pemerintah. Karena menurutnya ketiganya memiliki peran yang penting dalam memajukan Indonesia.

Dari sisi pemerintah, diharapkan bisa membuat regulasi yang tepat sasaran. Sehingga dengan regulasi yang tepat sasaran, bisa membuat Indonesia lebih produktif dan maju.

"Kenapa saya bilang relevan BUMN, pemerintah, swasta? Karena pemerintahlah yang menciptakan regulasi. Indonesia maju lebih cepat kalau ada regulasi yang tepat sasaran. Bagaimana pemerintah mempercepat regulasi sehingga mereka lebih produktif," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara The Power of Collaboration Sindonews.com dan Koran Sindo di Westin, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Baca Juga: Hary Tanoe: Saya Tidak Suka Pimpinan Menyalahkan Bawahan

Setelah memiliki regulasi yang tepat sasaran lanjut Hary Tanoe, baik perusahaan BUMN maupun Swasta diharapkan bisa saling bahu membahu dan melengkapi satu sama lain. Dengan sinergi keduanya diharapkan masyarakat juga menerima dampaknya dan semakin sejahtera.

"Saya menegaskan pemerintah, BUMN, dan swasta harus saling melengkapi tidak saling berkompetisi, karena kalau saling berkompetisi kasihan rakyatnya. Tentunya, kalau sesuai kapasitas masing masing bagaimana bersama sama membangun negara kita lebih baik lagi sehingga bisa menjadi Indonesia yang seperti kita harapkan," jelasnya.

Jangan sampai, perusahaan BUMN justru mengambil jatah swasta dengan terus mengutamakan profit. Sementara pada akhirnya masyarakat menjadi terabaikan karena BUMN terlalu fokus pada profit.

Hary Tanoe menyebut Indonesia bisa mencontoh negara yang ada di luar negeri. Pada negara tersebut, pemerintahannya membagi perusahaan BUMN ke dalam dua bagian yakni agen development yang bertugas melayani masyarakat dan comersial yang secara khusus untuk berbisnis.

"BUMN itu di beberapa negara dibagi dua. Yang sifatnya agent development dan ada juga yang komersial. Jadi enggak boleh cari untung terus. Jadi saya rasa ini hal yang perlu kita kembangkan bagaimana pemerintah dan unsur di dalamnya bersatu padu," kata Hary Tanoe.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini