JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi bahwa nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS akan kembali mengalami fluktuasi atau volatilitas Rupiah. Hal ini terjadi jika, bank sentral Amerika Serikat (AS) kembali menaikkan suku bunganya.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, sebenarnya hal ini wajar terjadi sebelum The Fed menaikkan suku bunganya. Karena pada saat sebelum kenaikan akan ada kekhawatiran dari berbagai pihak termasuk investor.
"Kalau nanti Mei, Fed benar-benar akan menaikkan di bulan Juni, mungkin nanti di Mei akan terjadi lagi volatilitas. Jadi ini adalah hal yang harus kami jalani," ungkapnya di Gedung BI, Rabu (28/3/2018).
Baca Juga: BI: Kenaikan Fed Rate Sesuai dengan Perkiraan
Agus menyatakan, pada saat sebelum itu tiba maka Indonesia harus memastikan bahwa perekonomiannya dalam keadaan baik dan kuat.