nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 PLTM Disiapkan untuk Terangi Jawa Barat

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 14:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 03 320 1881481 6-pltm-disiapkan-untuk-terangi-jawa-barat-eOgcj8qBrd.jpg Pembangkit Listrik. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan Jawa Barat bagian Selatan,menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Oleh karena itu, pemerintah pun mendorong pembangunan infrastruktur dasar yang belum bisa dinikmati oleh masyarakat.

Adapun infrastruktur dasar yang masih kurang di wilayah tersebut adalah jalan dan jembatan. Selain itu, ada beberapa wilayah yang belum teraliri listrik.

Wakil Menteri Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, untuk melistriki wilayah Jawa Barat bagian Selatan, maka pemerintah akan membangun enam Pembangkit listrik tenaga Mikrohidro (PLTM). Rencana tersebut telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2018.

"Solusinya di RUPTL PLN sudah ada pembangunan enam PLTM," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Baca Juga: 75.682 Desa Nikmati Listrik Sepanjang 2017

Arcandra menyebut, masih ada sekira 52.000 kepala keluarga (KK) yang masih belum mendapatkan penerangan. Pada tahap awal, pemerintah akan mengaliri 5.000 KK yang tersebar di 10 lokus. "5.000 tidak teraliri listrik, listriknya tidak ada, tidak mampu atau bagaimana," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan, kantong kemiskinan yang ada di wilayah Jawa Barat bagian Selatan seperti di Sukabumi dan Pangandaran tidak sesuai dengan profil Jawa Barat secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pembangunan diupayakan menyeluruh hingga ke level desa. Menurutnya, saat ini fokus pembangunan adalah peningkatan perekonomian rakyat berbasis nelayan, di antaranya adalah pembangunan jalan desa dan jembatan.

"Masalah kesehatan, perumahan sampai akses terhadap air. Pokonya yang bisa mengatasi kemiskinan. Paling penting adalah akses, membuka akses," tegas Bambang.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini