nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Biaya Nikah dengan Utang, Awas Bikin Pusing

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 09 April 2018 06:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 08 320 1883841 biaya-nikah-dengan-utang-awas-bikin-pusing-FYWFUDAGdh.jpg Ilustrasi: Biaya Nikah dengan Utang (Reuters)

JAKARTA - Biaya pesta pernikahan menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan calon pengantin. Meskipun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari namun seringkali ditemui kekurangan biaya sehingga dengan terpaksa calon pengantin mengambil jalan berutang untuk menutupi kekurangan tersebut.

Lalu, apakah dampak positif dan negatif dari berutang untuk menutupi kekurangan biaya pernikahan?

Perencana Keuangan Andi Nugroho menjelaskan, berutang menjadi solusi cepat dan praktis untuk menutupi kekurangan dana penyelenggaraan resepsi pernikahan.

Mengingat, tidak semua calon pengantin ataupun keluarga bersedia mengadakan resepsi pernikahan yang hanya sesuai dengan budget yang tersedia.

"Terkadang mereka memilih memaksakan diri untuk meminjam dan berutang agar pesta yang diinginkan dapat terlaksana sesuai keinginan," kata dia kepada Okezone.

Selain sisi positif, calon pengantin juga perlu mempertimbangkan konsekuensi berutang untuk resepsi pernikahan. Dapat dipastikan, setelah selesai resepsi pasangan tersebut akan dipusingkan cara mengembalikan atau mencicil pinjaman uang yang mereka lakukan.

Dikhawatirkan, pemasukan yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga harus dianggarkan untuk membayar utang.

"Efek minusnya adalah kebutuhan untuk perlengkapan rumah tangga yang baru dibangun ini terkadang harus ditunda karena prioritas pada pengembalian utang," imbuh dia.

Oleh karena itu, Andi menyarankan untuk menghindari utang dengan penyelenggaraan resepsi pernikahan yang sesuai dengan budget. Tapi, tidak dipungkiri, bahwa setiap calon pengantin menginginkan pesta pernikahan yang berkesan karena pernikahan adalah momentum sekali seumur hidup.

"Jadi bila memang harus berutang, lakukan dengan lebih bijak," ujar dia.

Selain berhutang, Andi lebih menyarankan calon pengantin mengambil alternatif lain untuk menutupi kekurangan biaya pernikahan. Pertama, tentunya dengan menabung jauh-jauh hari maupun menabung sejak masih single. Jika tabungan pun masih kurang, maka bisa dilakukan dengan menjual beberapa aset.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini