Pemerintah Intervensi Kenaikan Harga Bensin Pertamina, Shell, hingga Vivo

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 09 April 2018 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 09 320 1884094 pemerintah-intervensi-kenaikan-harga-bensin-pertamina-shell-hingga-vivo-hdnIckSpyG.jpg Konferensi pers soal Harga BBM (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan ikut mengintervensi kenaikan harga jenis bahan bakar umum (JBU) atau non subsidi seperti Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo dan lainnya. Selama ini, kenaikan harga ditentukan dan dinaikkan langsung oleh penyedia bensin seperti Pertamina, AKR, Shell, Total dan Vivo.

 Baca juga: Harga BBM di Malaysia Tak Naik, BBM RON97 Dijual Rp8.754/Liter

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, menyangkut BBM JBU seperti Pertalite, Pertamax, Super dan lainnya maka arahan Presiden mengenai kenaikan harganya harus pertimbangkan inflasi ke depannya.

"Pemerintah sangat concern dengan laju inflasi kalau terjadinya kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo," tuturnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/4/2018).

 Baca juga: Kelangkaan Premium Dituding Akal-akalan Pertamina Naikkan Harga

Dengan arahan Presiden itu, kata Arcandra, maka dunia usaha dalam hal ini Pertamina, Shell, Total, Vivo dan AKR, perlu memberitahukan dan meminta persetujuan dari Kementerian ESDM ketika ada kenaikan harga.

"Kita harus jaga tingkat inflasi khusus untuk JBU ya, Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo. Nah untuk menjaga kita perlu lihat bagaimana dunia usaha dalam hal ini Pertamina, Shell, Total, dan AKR itu sewaktu mereka menaikkan harga yang JBU tadi supaya mendapat persetujuan dari pemerintah supaya inflasi kita bisa terkendali," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini