Dua rangkaian KA baru rencananya datang akhir April dan di harapkan Mei beroperasi. Penambahan KA baru diharapkan bisa mengatasi keluhan pengguna KA Prameks Solo-Yogyakarta terkait kepadatan penumpang. Kedua KA baru itu sebenarnya dipergunakan untuk KA Bandara Adi Soemarmo, Solo.
Namun, karena jalur kereta bandara belum jadi maka dipergunakan dulu untuk jalur Solo-Yogyakarta. Armada KA tidak bisa didiamkan dan harus dioperasikan agar tidak rusak. Menurut dia, KA memiliki kapasitas 200 penumpang jika duduk.
Namun, jika dikombinasikan dengan berdiri mencapai 350 penumpang, dan berdiri semua 500 penumpang. Dari sisi teknis, KA berjenis kereta rel diesel elektrik (KRDE) tersebut material eksterior dan interior didominasi stain less steel atau almunium alloy.
Spesifikasi yang sama di Indonesia hanya dimiliki di Minangkabau.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) berharap kereta bandara bisa segera dioperasikan. Dirinya juga menyambut baik rencana PT KAI akan menambah kereta Solo-Kutoarjo.
“Saya usulkan dibuat harga yang berbeda. Kalau mau prioritas transportasi massal, lebih baik di buat berdiri seperti KRL,” ucap Rudy.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto menyebut Daop 6 mendapatkan tiga kereta api baru. Masing-masing adalah kereta eksekutif Taksa Pagi, Taksa Malam dengan rute Stasiun Tugu-Gambir.
“Satu lagi adalah kereta api ekonomi plus Mataram Premium jurusan Lempuyangan- Pasar Senen,” katanya kemarin.
Kapasitas tempat duduk untuk Mataram Premium itu mencapai lebih dari 800 kursi.
“Program itu merupakan peremajaan, dengan fasilitas yang lebih baik seperti televisi, toilet, maupun tempat duduk,” terangnya.
(Ary Wahyu Wibowo/Ainun Najib)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.