Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Revolusi Industri 4.0, Pengusaha Harus Kuasai Teknologi dan Informasi

Antara , Jurnalis-Kamis, 12 April 2018 |20:27 WIB
Revolusi Industri 4.0, Pengusaha Harus Kuasai Teknologi dan Informasi
Foto: Revolusi Industri 4.0 (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pengusaha muda diimbau mampu menguasai teknologi serta informasi untuk menghindari ketertinggalan dan mampu bersaing serta survive di era Revolusi Industri 4.0. Tanpa penguasaan teknologi dan informasi, pengusaha Indonesia akan tertinggal jauh dalam perekonomian dunia.

“Revolusi Industri 4.0 akan merombak pergerakan perekonomian dunia. Jika tidak mempersiapkan diri dari sekarang, kita akan tertinggal jauh dalam perekonomian dunia,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

 Baca Juga: Menko Darmin: Tidak Usah Grogi Hadapi Revolusi Industri 4.0

Dipaparkan Bamsoet sapaan akrabnya, era Revolusi Industri keempat diwarnai oleh kecerdasan buatan, super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial. Pada era ini semakin terlihat wujud dunia yang telah menjadi kampung global. Ia meyakini era Revolusi Industri 4.0 ini akan memberikan manfaat besar bagi sektor swasta.

“Produsen besar yang terintegrasi akan dapat mengoptimalkan sekaligus menyederhanakan rantai suplainya. Di sisi lain, sistem manufaktur yang dioperasikan secara digital juga akan membuka peluang-peluang pasar baru bagi UKM penyedia teknologi seperti sensor, robotic, 3D printing atau teknologi komunikasi antar mesin,” jelasnya.

 

Dirinya menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah road map dan strategi Indonesia memasuki era digital yang tengah berjalan saat ini.

“DPR meyakini bahwa penyusunan road map ini telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari institusi pemerintah, asosiasi industri, pengusaha muda, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan lembaga pendidikan,” tutur Bamsoet.

“Road map tersebut harus segera dilaksanakan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan mengejar ketertinggalan kita dibandingkan negara-negara lain,” timpalnya.

 Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Dinilai Jadi Ancaman, Presiden Jokowi: Semua Tergantung Kita

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet mengapresiasi empat langkah strategis Kementerian Perindustrian dibawah pimpinan Airlangga Hartarto dalam menghadapi Industri 4.0.

Langkah pertama dilakukan jajaran Airlangga adalah mendorong angkatan kerja di Indonesia terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam menggunakan teknologi internet dengan lini produksi di industri.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement