nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Main bagi Investor Pemula agar Untung

Ulfa Arieza, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 06:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 13 320 1886481 aturan-main-bagi-investor-pemula-agar-untung-UXntJ4AcmP.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Selain menabung, investasi adalah solusi untuk persiapan keuangan masa depan. Bahkan, investasi dipandang lebih menguntungkan dibandingkan tabungan sebab jika bisa memilih instrumen investasi dengan tepat, maka keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat.

Akan tetapi, investasi juga memiliki risiko yang juga perlu diperhitungkan. Selain itu perlu digarisbawahi, meskipun memberikan keuntungan, alokasi pendapatan untuk investasi juga harus dibatasi.

Perencana Keuangan Ahmad Gozali mengatakan, ukuran investasi yang tepat berkisar 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan.

"Tapi akan lebih tepat kalau dihitung dulu berapa sih kebutuhannya di masa depan, dan apa saja kebutuhannya sekarang," ujarnya saat dihubungi Okezone.

 Baca Juga: Biaya Nikah dengan Utang, Awas Bikin Pusing

Bagi investor pemula, Gozali menyarankan untuk terlebih dulu memiliki dana cadangan yang besarannya minimal tiga kali dari pengeluaran. Setelah memiliki dana cadangan untuk kebutuhan darurat barulah kita bisa berinvestasi dalam jangka panjang.

"Kalau tidak punya dana cadangan, biasanya enggak pede untuk investasi jangka panjang. Khawatir kalau perlu dana tiba-tiba," kata dia.

Gozali juga menyarankan, agar investor pemula memulai investasi dari angka kecil, asalkan rutin. Misalnya, 5% dari penghasilan, lalu naik ke 10% dan selanjutnya.

 

Gozali mengatakan, investor pemula seringkali penasaran dengan pertumbuhan investasinya sehingga sering melakukan evaluasi. Sayangnya, langkah tersebut dinilai kurang tepat.

"Evaluasi bisa dilakukan 3 bulanan atau 6 bulanan jika tidak ada perubahan yang siginifikan," imbuhnya.

 Baca Juga:Jomblo Menabung untuk Persiapan Nikah, Apa Salahnya?

Untuk instrumen investasi bagi pemula, Gozali mengatakan sebaiknya memilih instrumen resmi yang terjamin.

Bagi pemula bisa memulai dari deposito mengingat sifatnya tanpa risiko. Setelah memahami investasi pada deposito,investor bisa lanjut untuk berinvestasi pada instrumen pasar modal seperti reksadana. Adapun reksadana memiliki risiko, namun bukan berarti merugi.

Artinya, nilai investasi bisa fluktuatif sesuai dengan kondisi pasar. "Selanjutnya sesuaikan selera, mau beli emas, beli properti, beli saham," tukas dia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini