nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Anjlok, Sri Mulyani: Kesempatan Ekspor Kita Dipacu

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 April 2018 15:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 26 278 1891718 rupiah-anjlok-sri-mulyani-kesempatan-ekspor-kita-dipacu-wGfErVsbQK.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat untuk tenang dalam menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi menurutnya, bukan hanya Indonesia yang terkena dampak penguatan dolar, melainkan mata uang negara lain pun juga terkena dampaknya.

Baca Juga: Rupiah Nyaris Tembus Rp14.000/USD, Sri Mulyani "Kambinghitamkan" Amerika

Menurut Sri Mulyani, dibandingkan harus panik, justru seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan momen menguatnya dolar. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kinerja ekspor di tengah penguatan dolar AS.

Apalagi lanjutnya, pertumbuhan ekonomi dunia juga diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Diperkirakan pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi global naik tipis di angka 3,9%.

Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus Martowardojo Duduk Bareng Komisi XI DPR

"Ekspor kita harus bisa dipacu lebih bagus. Karena memang kesempatannya adalah hari ini. Mumpung global growth masih positif," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Wanita yang biasa disapa Ani itu menjelaskan, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang membaik maka permintaan terhadap barang-barang ekspor asal Indonesia akan meningkat. Khususnya produk-produk komoditas seperti sawit dan juga Manufaktur yang dinilainya memiliki banyak peminat.

Baca Juga: Rupiah Ambruk, Ekonom: Jangan Sandera Hasil Ekspor di Luar Negeri

"Permintaan dari negara-negara yang memiliki pertumbuhan relatif tinggi sangat ada. Dan competitiveness dari ekspor kita terutama manufaktur harus dipacu," jelasnya.

Salah satu yang bisa dijadikan  contoh adalah negara India. India sebagai salah satu negara yang mengalami depresiasi mata uangnya yang cukup dalam justru tidak menanggapinya dengan panik.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Justru India bisa memanfaatkannya dengan tenang dan cukup cerdas. Alhasil, kinerja ekspor dari negeri Bollywood tersebut cukup sukses dan terus meningkat.

"Mata uang di sekitar kita bahkan juga depresiasinya di atas. India melakukan depresiasi lebih dalam karena mereka ingin memacu ekspornya. Jadi dalam hal ini masyarakat diharapkan tenang karena memang terjadi pergerakan namun kita juga perlu mengambil manfaat," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini