nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berusaha Bangkit, Tapi Rupiah Masih Terpuruk di Rp13.893 per USD

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 27 April 2018 18:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 27 20 1892185 berusaha-bangkit-tapi-rupiah-masih-terpuruk-di-rp13-893-per-usd-o9zH9m63dT.jpg Uang Rupiah. Foto: Okezone

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Meskipun Bank Indonesia (BI) telah memberikan sinyal adanya perubahan arah kebijakan terhadap BI 7 Day Repo Rate, namun belum cukup mengembalikan kekuatan mata uang Garuda.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (2/2/2018) sore pukul 18.00, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 2 poin atau 0,01% menjadi Rp13.893 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.875-Rp13.897 per USD.

Baca Juga: Rupiah Anjlok, Sri Mulyani: Kesempatan Ekspor Kita Dipacu

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 5 poin atau 0,04% menjadi Rp13.888 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.867 per USD hingga Rp13.896 per USD.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sementara itu, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,45% menjadi 91,581 pada akhir perdagangan.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2107 dari USD1,2178 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3923 dari USD1,3936 di sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke USD0,7552 dari USD0,7564.

Departemen Perdagangan AS mengatakan, pesanan baru untuk barang tahan lama yang diproduksi pada Maret meningkat 2,6%, mengalahkan estimasi pasar.

Baca Juga: Rupiah Nyaris Tembus Rp14.000/USD, Sri Mulyani "Kambinghitamkan" Amerika

Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa dalam pekan yang berakhir 21 April, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 209.000, turun 24.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya. Ini adalah tingkat terendah untuk klaim awal sejak 6 Desember 1969, ketika itu mencapai 202.000.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini