nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jinakkan Dolar AS, Rupiah Berhasil Menguat ke Rp13.880/USD

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 30 April 2018 08:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 30 278 1892734 jinakkan-dolar-as-rupiah-berhasil-menguat-ke-rp13-880-usd-1Ffmb88BuY.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai menjauhi level Rp14.000-an per USD. Pagi ini, Rupiah akhirnya berhasil menguat setelah minggu lalu membuat heboh seluruh pejabat sektor keuangan di Indonesia.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (30/4/2018) pukul 08.42, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 13 poin atau 0,09% menjadi Rp13.880 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.873 per USD-Rp13.882 per USD.

 Baca Juga: Rupiah Anjlok, Sri Mulyani: Kesempatan Ekspor Kita Dipacu

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.875 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.868 per USD hingga Rp13.885 per USD.

 

Sebelumnya, enteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardiojo angkat bicara tentang pelemahan Rupiah ini.

Sri Mulyani mengatakan, penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dikarenakan faktor-faktor eksternal khususnya dari Amerika. Menurutnya, saat ini ekonomi Amerika Serikat mengalami perbaikan yang bisa terlihat dari rendahnya inflasi serta adanya perbaikan dari sisi ketenagakerjaan.

Apalagi dengan terpilihnya Gubernur Bank Sentral Amerika yang baru ada beberapa kebijakan yang membuat nilai tukar dolar AS mengalami kenaikan. Salah satunya adalah rencana The Fed (Bank Sentral Amerika) untuk menaikkan suku bunganya.

Belum lagi, lanjut wanita yang disapa Ani, ada beberapa kebijakan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan pajak. Maka sangat wajar jika nilai mata uang dolar terus mengalami kenaikan.

 

Walau demikian, dia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia tidak perlu panik. Menurutnya, pelemahan mata uang Rupiah terhadap dolar AS bukan hanya tidak hanya terjadi pada Indonesia.

"Karena Amerika Serikat (AS) adalah negera terbesar jadi akan mempengaruhi seluruh dunia. Kita memperhatikan berdasarkan pergerakan mata uang yang lain dan juga juga terhadap dolar itu sendiri. Masyarakat perlu terus diberikan informasi, sehingga mereka menjadi lebih tenang," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 26 April 2018.

Senada dengan Sri Mulyani, Menko Darmin menilai pelemahan didorong kondisi AS. Disisi lain, pelemahan juga muncul akibat perang dagang AS-China yang saat ini masih terus berlanjut.

Dengan keadaan ini maka dia menilai, tekanan akan berhenti saat masalah global juga kembali membaik. Tapi membaiknya Rupiah setelah tekanan mungkin tidak bisa ke kondisi semula di kisaran Rp13.500 per USD.

"Kalau pasar sedang bergejolak, itu selalu akan ada waktunya untuk (Rebound) mungkin tidak kembali ke Rp13.500 per USD atau Rp13.400 per USD," katanya di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa 24 April 2018. (dan)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini