Maka dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada pendidikan SMK dan Diploma I/II/III. "Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Dan ini dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,67%," jelas dia.
Suhariyanto menyatakan, bila dikategorikan jenis kelamin, TPAK laki-laki selama ini selalu mendominasi peringkat terbanyak pekerja. Namun, tahun ini para pekerja perempuan justru mengalami kenaikan lebih tinggi dari laki-laki. "Tetapi, ada berita menggembirakan, TPAK laki-lakinya justru sedikit menurun dari 83,05% ke 83,01%. Sebaliknya, TPAK untuk perempuan mengalami peningkatan dari 55,04% ke 55,44%," sebutnya.
Menurutnya, meski ada kesenjangan, namun tingkat partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan ada kecenderungan bahwa TPAK perempuan naik dari Februari 2017 ke Februari 2018.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.