Jumlah Pengangguran di Indonesia Turun 140.000 Orang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 07 Mei 2018 17:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 07 320 1895490 jumlah-pengangguran-di-indonesia-turun-140-000-orang-XZpZVh2CV3.jpeg Foto: Jumlah Pengangguran Turun (Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 menurun 140.000 orang atau 0,20% dibandingkan periode yang sama di 2017.

"Tingkat pengangguran terbuka pada bulan Februari 2018 ini sebesar 5,13%, jika dibandingkan TPT pada tahun lalu ada penurunan dari 5,33% ke 5,13% atau turun 0,20%," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Pada Februari 2018 jumlah angkatan kerja sebanyak 133,94 juta, mengalami kenaikan 2,93 juta dibandingkan kuartal I 2017. Pertumbuhan ini sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 69,20%, meningkat 0,18% poin.

"Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekknomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja," katanya.

 

Berdasarkan dari daerah tempat tinggal, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding perdesaan. Di mana TPT di wilayah perdesaan sebesar 3,72% menurun 0,28% dari Agustus 2017 yang sebesar 4,01%. Sementara, TPT di perkotaan sebesar 6,34% turun 0,16% dari Agustus 2017 yang sebesar 6,79%.

"Tentunya ini berita menggembirakan dengan catatan bahwa tingkat pengangguran di kota itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran di desa," katanya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pada Februari 2018 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi menjadi penyumbang TPT tertinggi di antara tingkat pendidikan lain.

 

SMK tercatat sebesar 8,92%, mengalami penurunan dari Agustus 2017 yang sebesar 11,41%. Kemudian, diikuti pendidikan level Diploma sebesar 7,92%, mengalami peningkatan dari Agustus 2017 yang sebesar 6,88%.

Maka dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada pendidikan SMK dan Diploma I/II/III. "Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Dan ini dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,67%," jelas dia.

Suhariyanto menyatakan, bila dikategorikan jenis kelamin, TPAK laki-laki selama ini selalu mendominasi peringkat terbanyak pekerja. Namun, tahun ini para pekerja perempuan justru mengalami kenaikan lebih tinggi dari laki-laki. "Tetapi, ada berita menggembirakan, TPAK laki-lakinya justru sedikit menurun dari 83,05% ke 83,01%. Sebaliknya, TPAK untuk perempuan mengalami peningkatan dari 55,04% ke 55,44%," sebutnya.

Menurutnya, meski ada kesenjangan, namun tingkat partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan ada kecenderungan bahwa TPAK perempuan naik dari Februari 2017 ke Februari 2018.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini