Makin Anjlok, Rupiah Jatuh ke Rp14.019

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 08 Mei 2018 08:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 08 278 1895681 makin-anjlok-rupiah-jatuh-ke-rp14-019-IfZAVKw0Va.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami pelemahan. Rupiah pagi ini makin terjebak di level Rp14.000 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (8/5/2018) pukul 08.49, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.019 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.004 per USD-Rp14.021 per USD.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp14.000/USD, Menko Darmin Tunggu Jurus BI

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 20 poin atau 0,14% menjadi Rp14.015 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.993 per USD hingga Rp14.020 per USD.

Hari ini dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya karena para investor masih mempertimbangkan data pekerjaan terbaru dari negara tersebut.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,21% menjadi 92,759 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1924 dari USD1,1960 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3560 dari USD1,3542 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7518 dari USD0,7537.

Baca Juga: Rupiah Anjlok, Akhirnya Tembus Rp14.001/USD

Dolar AS dibeli 109,08 yen Jepang, lebih rendah dari 109,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 1,0028 franc Swiss dari 1,0007 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2869 dolar Kanada dari 1,2853 dolar Kanada.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, tingkat pengangguran AS turun menjadi 3,9% pada April setelah datar di 4,1% selama enam bulan berturut-turut.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Ini menandai tingkat pengangguran terendah sejak Desember 2000, dengan lapangan pekerjaan non-pertanian meningkat sebesar 164.000 bulan lalu, menurut departemen tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini