JAKARTA - PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) hari ini resmi tercatat di pasar modal. Perseroan adalah emiten ke 11 yang mencatatkan saham perdana pada tahun 2018 sekaligus emiten bank syariah dengan status anak perusahaan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 2,62 saham baru atau sebesar 27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdananya.
Baca Juga: BRI Syariah Melantai di Pasar Modal Hari Ini
Adapun harga penawaran perdana ditetapkan sebesar Rp510. Dengan demikian, perseroan dapat meraih dana segar sebesar Rp1,33 triliun. Dengan harga tersebut, BRIsyariah mencatatkan oversubscribe sebanyak 2 kaIi.
Pada pencatatan perdana, saham BRIS naik 19,61% atau 100 poin ke level ke Rp610. Saham BRIS ditransaksikan sebanyak 55 kali dengan volume sebanyak 31.986 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,86 miliar.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, pencatatan ini merupakan momentum yang sangat strategis bagi perseroan maupun bursa karena kehadiran saham BRIS menambah daftar saham syariah di bursa.
Dalam kesempatan ini juga hadir The Lord Mayor of London Charles Bowman. Dengan demikian, diharapkan pencatatan saham syariah ini juga dapat mengenalkan pasar saham Indonesia khususnya saham syariah di luar negeri.

"Saham syariah di Inggris sangat dikenal sekali, sehingga ini membawa misi yang baik tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia bahwa Indonesia memiliki produk syariah yang baik," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama BRIsyariah Moch Hadi Santoso mengatakan, kedatangan perseroan ke pasar modal merupakan kedatangan kedua. Sebelumnya perseroan juga pernah mencatatkan sukuk mudarobah pada November 2016.
Baca Juga: Sukuk Mudharabah Jadi Acuan IPO BRI Syariah
"Selanjutnya, kekuatan modal kami yang akan didukung dana hasiI IPO serta Iaba perusahaan pada tahun 2018 dapat menempatkan BRIsyariah dalam bank kategori BUKU III," kata dia.
Adapun sekitar 80% dana yang diraih dari hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan syariah. Lalu, 12,5% untuk pengembangan sistem teknologi informasi, dan sisanya 7,5% untuk pengembangan jaringan kantor cabang di daerah.
Dalam pelaksanaan IPO, BRI Syariah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi, yakni Bahana Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)