Sebagai informasi, harga penawaran perdana ditetapkan sebesar Rp510. Dengan demikian, perseroan dapat meraih dana segar sebesar Rp1,33 triliun. Dengan harga tersebut, BRIsyariah berhasil mencatatkan oversubscribe sebanyak 2 kali.
Pada pencatatan perdana, saham BRIS naik 19,61% atau 100 poin ke level ke Rp610. Saham BRIS ditransaksikan sebanyak 55 kali dengan volume sebanyak 31.986 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,86 miliar.
Adapun sekitar 80% dana yang diraih dari hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan syariah. Lalu, 12,5% untuk pengembangan sistem teknologi informasi, dan sisanya 7,5% untuk pengembangan jaringan kantor cabang di daerah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.