"Jadi jangan dilihat hanya sebagai pengendalian, dengan harga naik kemudian semua beres. Justru ini jangan sampai membuat komplikasi-komplikasi baru yang akan merugikan perekonomian secara keseluruhan," ujarnya.

Senada dengan Yustinus, Kepala Humas Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Deni Sujantoro mengatakan harga rokok Indonesia sudah mahal.
"Kita juga harus lihat harga 10 ribu di kita, tentu beda dengan 10 ribu di Singapura. Itu tergantung pada pendapatan domestik bruto, termasuk pendapatan per kapita masyarakat. Kalau kita lihat, kita di ASEAN juga sebenarnya harga rokok sudah termasuk tinggi," tukas Deni.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)