"Sudah ada tapi saya lagi minta kepada mereka dengan satu memilah mana yang bisa dikerjakan bukan dengan APBN. Memilah teknologi yang bisa dilakukan Indondeia. Milah kalau bisa masih ada efisiensi. Tiga hal yang kita lakukan," jelasnya.
Budi juga menjelaskan skema pendanaan pada proyek pemerintah dengan cara seperti itu dinilai langkah yang wajar. Apalagi, pemerintah juga sudah melakukan beberapa kali pengerjaan proyek dengan skema seperti itu.
Salah satu contohnya adalah pada proyek kereta Makassar-Pare-Pare. Pada proyek tersebut lanjutnya, pemerintah menggunakan berbagai skema alternatif dalam hal pembiayaan proyek tersebut.
"Sarana tapi lagi di-excerise. Di Makassar-Pare-Pare kan bisa. Kita pilah mana yang APBN, mana yang apa. Paling enggak review sekarang masih 20%- 30%," ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.