Image

Demi Selamatkan Rupiah, Suku Bunga Disarankan Naik 0,5%

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 20 1898634 demi-selamatkan-rupiah-suku-bunga-disarankan-naik-0-5-CErT99SOhN.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia membuka peluang untuk menaikkan suku bunga BI 7 Day Repot Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (EDG) pada 16-17 Mei 2018 mendatang. Hal tersebut dilakukan untuk kembali menstabilkan nilai tukar Rupiah yang belakangan keok melawan Dolar Amerika Serikat (AS).

Pengamat Ekonomi (Ekonom) Aviliani mengatakan, langkah menaikkan suku bunga oleh BI memang perlu segera dilakukan. Pasalnya kondisi nilai tukar Rupiah yang sudah melebihi batas fundamental (Rp14.000 per USD) yang terjadi belakangan ini.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

"Jadi ini juga mungkin perlu diatur BI supaya orang tidak panik sehingga hanya butuh dolar Amerika sepenuh kebutuhannya saja. Jadi biar orang enggak saking takutnya borong duluan, karena nanti untuk anak sekolah, terus buat impor, bayar utang, ini yang kemudian perlu diatur sehingga tidak ada tekanan terhadap nilai tukar makannya kemarin sudah ada tekanan terhadap nilai tukar," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Namun lanjut Aviliani, dirinya menyarankan agar BI menaikkan suku bunganya sebanyak 50 basis poin atau sekitar 0,5%. Pasalnya, jika hanya 25 basis poin atau 0,25% dirinya menyebut tidak akan mampu menstabilkan nilai tukar yang sudah melemah mulai dari beberapa hari yang lalu. 

Baca Juga:

BI Prediksi Harga Properti Bali Naik di Kuartal II-2018

BI Diminta Hati-Hati Naikkan Suku Bunga Acuan, Kenapa?

"Karena kalau 25 basis poin kita sudah terlambat sih. Tapi kalau misalnya 50 basis poin," ucapnya. 

Dengan dinaikkannya suku bunga sebesar 50 basis poin (0,5%) bisa menahan dana asing yang keluar (Capital outflow). Selain itu, kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin cukup ideal dan aman untuk menahan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunganya. 

"Paling tidak menahan untuk Capital outflow. Paling tidak juga sudah lihat kan kira-kira The Fed kan menaikkan 75-10 basis poin. Jadi paling tidak kalau kita sampai 50 (basis poin) itu sudah cukup bagus lah untuk bahwa Rupiah," jelasnya.  

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Selain itu lanjut Aviliani, Bank Indonesia juga perlu berhati hati dalam menambah cadangan devisa. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah perlunya pertimbangan pinjaman bilateral agar bisa meredam kepanikan pihak yang memiliki utang luar negeri. 

"Terus yang kedua dari sisi Cadangan Devisa mungkin perlu dipertimbangkan apakah kita kan punya pinjaman bilateral untuk meningkatkan cadangan devisa kita. Atau yang kedua mengatur Capital outflow terutama orang yang punya banyak utang luar negeri kan jadi panik," jelasnya. 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini