Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsumsi Listrik di Indonesia Masih Rendah, Apa Alasannya?

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 15 Mei 2018 |10:46 WIB
   Konsumsi Listrik di Indonesia Masih Rendah, Apa Alasannya?
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

Di satu sisi kapasitas pembangkit harus ditingkatkan, tapi di sisi lain listrik tidak terserap. “Ini pentingnya pertumbuhan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Negara yang maju pertumbuhan ekonomi idealnya 7%,” kata dia.

Tumiran mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan industri atau menciptakan kawasan industri tak lepas dari peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian bersama stakeholder lainnya.

Dengan pertum buhan industri yang pesat tentu program 35.000 mw akan terserap. Sebab program 35.000 mw dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%. “Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu akan mendorong mempercepat pembangunan proyek-proyek pembangkitnya,” katanya.

General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan Asa’ad mengatakan, pertumbuhan konsumsi listrik di Jakarta tumbuh 3% dengan rata-rata 3 terrawatt hour (tWh) per bulan. Pertumbuhan konsumsi listrik ini didorong masuknya industri-industri baja. Tak hanya itu, pertumbuhan konsumsi listrik Jakarta ditopang kondisi pariwisata. “Sekarang trennya sudah mulai meningkat. Jadi kalau dilihat penyerapannya sudah cukup baik,” kata dia. (Nanang Wijayanto)


(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement