JAKARTA – Realisasi konsumsi listrik secara nasional masih rendah. Berdasarkan data PT PLN (Persero) pertumbuhan penjualan listrik pada 2017 hanya sebesar 3,3% turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,48%.
“Konsumsi listrik mengalami penurunan, di mana pada awalnya pertumbuhan listrik lebih tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun sekarang sebaliknya,” ujar Direktur Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS di Mandarin Hotel, Jakarta
Menurut dia, rendahnya konsumsi listrik tersebut menjadi akar direvisinya Rencana Usaha Pembangkit Tenaga Listrik 2018-2027. Pasalnya, dikhawatirkan terjadi over supply pembangkit listrik.

Dalam RUPTL 2018-2027 kapasitas terpasang pembangkit diturunkan dari 77,9 gigawatt (gw) menjadi 56 gw disesuaikan antara pertumbuhan konsumsi listrik dengan realisasi pertumbuhan ekonomi. “Pada kuartal satu ini saja pertumbuhan listrik masih jauh, yaitu 1,2%-1,5%. Pertumbuhan ini masih di bawah pertumbuhan ekonomi,” kata dia.