Image

BPS Sebut Ekspor Belum Mampu Maksimalkan Pelemahan Rupiah

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 14:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898529 bps-sebut-ekspor-belum-mampu-maksimalkan-pelemahan-rupiah-Njb24vkBJK.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum bisa menaikkan nilai ekspor. Padahal, saat Rupiah melemah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekspor.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, harusnya pelemahan Rupiah mampu meningkatkan nilai  ekspor menjadi lebih kompetitif dan kesempatan bagus. Hanya saja karena struktur ekspor Indonesia  masih berbasis komoditas sehingga saat dolar menguat belum bisa dimaksimalkan.

Semester I 2017, Trafik Arus Peti Kemas di Pelabuhan Tenau Kupang Naik 2%

"Struktur ini yang harus kita benahi, karena basis komoditas kenaikan ekspor dipengaruhi permintaan pasar dan nilai. Jadi harus diperbaiki struktur ekspor harus diversifikasi produk, pasar," tuturnya, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dia melanjutkan, jika struktur ekspor tidak melulu berbasis bahan mentah, maka ketika Rupiah melemah dan dolar menguat, nilai ekspor Indonesia pasti meningkat.

"Pelemahan Rupiah itu memberikan ekspor kita naik iya, tapi bagaimana menggunakannya," tuturnya.

Baca Juga:

Sri Mulyani Siapkan Insentif demi Genjot Ekspor

Tak Lagi Muter-Muter, Pengusaha Dimudahkan Ekspor dengan Bayar Online

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan selama April 2018 defisit USD1,63 miliar. Untuk ekspor sebesar USD14,47 miliar atau turun 7,19% dibandingkan Maret 2018 dan meningkat 9,01% bila dibandingkan periode yang sama di 2017.

Kecuk mengatakan, selama Maret ke April 2018 ada fluktuasi komoditas baik migas maupun non migas.  Misalnya ICP atau minyak mentah Indonesia di pada Maret sebesar USD61 dan April naik menjadi USD67,43. Sementara itu, untuk harga yang mengalami penurunan karet maupun kelapa sawit.

 Arus Barang Pelabuhan Tanjung Intan Meningkat 30% di Triwulan Pertama 2017

"Dengan itu mempengaruhi nilai ekspor April 2018 sebesar USD14,47 miliar. Bila dibandingkan Maret turun 7,19% dan  dibandingkan April 2017 berarti ekspor meningkat 9.01%," tuturnya.

Hal tersebut terjadi karena 92% ekspor berasal ekspor non migas. Penurunan impor 7,19% itu terjadi penurunan ekspor baik migas maupun non migas. Ekspor migas di sana pada April USD1,19 miliar atau  dibandingkan dengan posisi ekspor non migas Maret terjadi penurun 11,32%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini