Image

Presiden Jokowi Lepas Ekspor dengan Kapal Raksasa: Kita Tunjukan Ekonomi RI Tetap Jalan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 20:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 320 1898720 presiden-jokowi-lepas-ekspor-dengan-kapal-raksasa-kita-tunjukan-ekonomi-ri-tetap-jalan-WXCaVhQQuv.jpeg Presiden Jokowi (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo melakukan pelepasan ekspor produk-produk jadi asal Indonesia  ke Amerika Serikat menggunakan kapal raksasa berkapasitas 10.000 teus. Adapun produk produk yang di ekspor adalah tekstil, garment, elektronik hingga alas kaki. 

Menurut Jokowi, ekspor dengan menggunakan kapal besar pada kesempatan kali ini merupakan sebuah momen Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia mengenai kondisi perekonomian nasional yang terus meningkat. Apalagi kapasitas yang di ekspor pun tak main main yakni 4.300 teus dari total kapasitas 10.000 teus.

ekspor

"Dengan kapal besar (kapasitas 10.000 teus) ini kita tunjukan bahwa ekonomi kita tetap berjalan dengan baik, tetap tangguh dan terus bergerak," ujarnya dalam acara pelepasan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Oleh karena itu lanjut Jokowi, Indonesia perlu gotong royong untuk terus sama sama bekerja. Khususnya demi menggerakkan sektor perekonomian negara, sehingga bisa mencapai target pertumbuhan atau bahkan melampaui. 

Baca Juga: BPS Sebut Ekspor Belum Mampu Maksimalkan Pelemahan Rupiah

"Negara kita Indonesia harus terus bekerja. Terus bergerak," ucapnya. 

Salah satu yang perlu didorong adalah bagaimana agar Indonesia bisa terus meningkatkan ekspornya. Khususnya ekspor barang-barang jadi yang saat ini dinilai masih sangat kurang sekali. 

"Peningkatan ekspos bisa kita tingkatnya demi perekonomian kita terima kasih," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, upaya ekspor masih bisa terus meningkat ke depannya. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika diamati saat nanti ekspor produk jadi Indonesia ke Amerika Serikat bisa mencapai 10.000 teus. 

ekspor

"4.300 teus belum maksimal. Nanti akan naik terus ke depan. Jadi akan terus bertambah," ucapnya. 

Apalagi lanjut Airlangga, saat ini pemerintah terus melakukan perjanjian dengan Amerika Serikat. Salah satunya adalah membuat perjanjian agar produk Indonesia tidak terkena bea masuk. 

"Upayanya kalau dengan Amerika ada perjanjian dagang seperti barang ini kan kita kena bea masuk 10-20% jadi kalau enggak ada bea masuk volume kita bisa lebih besar lagi," jelasnya. 

Baca Juga: Ekspor April 2018 Turun 7,19%, Simak Penyebabnya!

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jika ekspor dengan menggunakan kapal besar itu merupakan pertama kalinya dalam sejarah. Karena sebelum-sebelumnya kapal yang digunakan untuk ekspor masih berada di bawah 10.000 teus. 

"Dan pertama kali ini, kita yang terbesar, selama ini kita kapasitasnya tuh justru kita yang minoritas dan yang lebih bagus lagi harapan kita bisa mengumpulkan barang-barang dari semua tempat itu terjadi. Kalau dulu itu cuma dari sini saja sekarang dari Belitung, Surabaya, Medan , Semarang itu ke sini," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini