nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Jack Ma, Satu Alumni dengan Warren Buffett

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 11:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 320 1899319 bertemu-jack-ma-satu-alumni-dengan-warren-buffett-ei8kiW6SUo.jpg Foto: Jack Ma (Reuters)

JAKARTA - Bertemu Jack Ma, bersalaman, berswafoto, hingga berbincang dengan sang miliarder. Itulah pengalaman tak terlupakan yang dirasakan Gitta Amelia. Pendiri dan General Partner EverHaus ini mengaku bertemu Jack Ma merupakan salah satu impiannya.

“Belum lama ini saya diundang Alibaba ke China dan bertemu Jack Ma juga disana. Ini pengalaman luar biasa bisa ketemu dan berbincang dengan Jack Ma,” ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Gitta juga terkesan karena di tengah kesibukannya, executive chairman Alibaba Group itu masih menyempatkan waktu untuk bertemu orang-orang muda seperti dirinya.

“Dia menceritakan pengalamannya, dan visinya dia sama dengan kami di EverHaus yaitu memberdayakan generasi muda,” tutur wanita yang akan berulang tahun ke-23 pada Juni mendatang itu.

 Ketika Bos Alibaba Jack Ma Bernyanyi di Panggung Festival Musik Yunqi

Gitta memiliki latar belakang pendidikan di bidang keuangan dan sempat menimba ilmu di The Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik di Negeri Paman Sam, salah satu investor tersukses di dunia, Warren Buffett, rupanya juga jebolan kampus tersebut. Bagi Gitta, Warren Buffet juga menjadi sumber inspirasinya.

“Setelah lulus kuliah, Warren Buffet langsung menjadi investor. Waktu itu sama usianya dengan saya. Kami juga datang dari universitas yang sama, sama-sama belajar keuangan. Kalau Warren Buffet lahir di era yang sama dengan saya, mungkin dia akan mendirikan modal ventura juga,” ucapnya.

Sebagai generasi muda, Gitta ingin mendorong kaum muda Indonesia yang jumlahnya sekitar 80% populasi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi dirinya. Menurut dia, sumber daya manusia (SDM) muda potensial tersebut adalah new gold.

“Saya yakin inovasi akan muncul dari anak-anak muda. Mungkin ke depan Indonesia ekonominya akan pesat karena ada banyak start up terutama digital dan anakanak muda akan memimpin, melahirkan perusahaan yang bermakna. Bayangkan startup kita akan go global suatu saat,” tukasnya.

 

Sebagai salah satu investor termuda di Indonesia bahkan di Asia, Gitta membangun perusahaan modal ventura pada usia 22 tahun.

Kiprahnya di mulai ketika dia berinvestasi di salah satu perusahaan rintisan di Indonesia. Sebelum mendirikan EverHaus ia sempat mengelola Frontier Capital. Semangat berbisnis Gitta terinspirasi dari orangtuanya.

“Kebetulan sejak kecil saya terinspirasi dari orang tua dan bercita-cita akan mendirikan perusahaan. Bahkan sejak dari muda saya sudah bekerja part time, ikut orang tua, diarahkan menjadi business woman,” kenang wanita yang hobi melukis dan yoga itu. (Inda S/Nanang Wijayanto)

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini