JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke-24. Adapun pembahasan terkait kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.
Dalam pidatonya, Sri Mulyani mengatakan, RAPBN 2019 telah disusun dengan memperhatikan berbagai dinamika lingkungan global seperti ketidakpastian perekonomian dunia, volatilitas perekonomian dan keuangan globai akibat normalisasi kebijakan moneter dan ekspansi kebijakan fiscal. Pemerintah juga telah mempertimbangkan membaiknya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mengakibatkan kenaikan suku bunga global.
Kemudian perkuatan mata uang dolar Amerika Serikat, yang menyebabkan terjadinya pembalikan arus modal keluar dari negara negara berkembang termasuk Indonesia.
Dengan memperhatikan fenoma-fenoma tersebut, pemerintah telah membuat gambaran perekonomian makro Indonesia yang akan menjadi landasan dalam menyusun asumsi dasar dalam perhitungan anggaran tahun 2019.
"Untuk itu, pada tahun 2019 pemerintah telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4%-5,8%," tuturnya, di Gedung Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (18/5/2018).
