Image

Rupiah Anjlok ke Rp14.104/USD Pasca-BI Naikkan Suku Bunga

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 18 Mei 2018 08:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 18 278 1899717 rupiah-anjlok-ke-rp14-104-usd-pasca-bi-naikkan-suku-bunga-v8JwTAhxwT.jpg Ilustrasi: Rupiah Tembus Rp14.000/USD (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Pasca-Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4,5% justru tidak membuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Malah, Rupiah langsung keok dan kembali menembus level Rp14.100-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat(18/5/2018) pukul 08.44, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 47 poin atau 0,33% ke level Rp14.104 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.053-Rp14.104 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 53 poin atau 0,38% menjadi Rp14.100 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.038 per USD hingga Rp14.100 per USD.

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan menaikkan BI-7 Days Reverse Repo Rate (7 Days Repo Rate) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,50% dari level sebelumnya 4,25%. Kebijakan moneter ini diyakini dapat menahan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dan stabilitas perekonomian dalam negeri.

Gubernur BI Agus Martowardojo menyatakan, kebijakan menaikkan 25 bps berdasarkan kajian yang dilakukan Bank Sentral dengan melihat stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian yang cukup tinggi di pasar keuangan dunia. Termasuk adanya satu kondisi rebalancing likuiditas di dunia.

 Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Agus menyatakan, Bank Sentral juga meyakini adanya depresiasi atau ekspektasi depresiasi lebih dalam terhadap Rupiah yang dapat berdampak pada inflasi. Pasalnya Rupiah terus menunjukkan tren pelemahan sejak beberapa pekan terakhir menembus level Rp14.000 per USD.

"Kita tidak ingin depresiasi dampak ke inflasi dan berdampak kembali ke depresiasi," katanya dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta kemarin.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini